BGN Kembangkan Aplikasi Penilaian MBG, Kepala Sekolah Bisa Beri Bintang untuk Dapur

19 Sep 2026 - 12:43
BGN Kembangkan Aplikasi Penilaian MBG, Kepala Sekolah Bisa Beri Bintang untuk Dapur
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Antara Foto

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengembangkan aplikasi untuk memantau dan menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan aplikasi tersebut nantinya dapat digunakan oleh kepala satuan pendidikan maupun guru untuk memberikan penilaian terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah mereka.

Menurut Sudaryono, mekanisme penilaian dalam aplikasi tersebut akan dibuat seperti layanan ojek online. Kepala sekolah dan guru dapat memberikan rating berupa bintang serta menyampaikan catatan mengenai pelayanan dapur MBG.

"Nantinya kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk kemudian, semacam seperti di ojek online, Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu. Ini lagi kita kembangkan," kata Sudaryono, Rabu (16/9/2026), melansir detikEdu.

Sudaryono menjelaskan aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan. BGN memperkirakan sistem itu membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga minggu sebelum dapat digunakan.

Selain aplikasi penilaian, BGN juga tengah mengembangkan sistem untuk memantau proses pengiriman MBG ke sekolah. Sistem tersebut akan mencatat proses serah terima makanan sehingga pelaksanaan distribusi dapat dipantau oleh BGN.

"Sekarang ini kami sudah mengembangkan semacam aplikasi kurir MBG, di mana MBG yang dikirim ke sekolah itu pada saat serah terima itu ada prosesnya, sehingga kita bisa memonitor. Tentu saja kami perlu waktu, mungkin 1-3 minggu ini," ujar Sudaryono.

Melalui aplikasi penilaian, kepala sekolah nantinya dapat memberikan evaluasi terhadap sejumlah aspek pelayanan dapur SPPG. Penilaian tersebut antara lain mencakup kualitas makanan dan ketepatan waktu pengiriman.

"Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat dan lain sebagainya, itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan ya," katanya.

Sudaryono mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat membantu BGN memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan penerima manfaat MBG di sekolah.

Ia menekankan bahwa peserta didik merupakan konsumen yang berhak memperoleh makanan bergizi dengan kualitas pelayanan yang baik. Karena itu, kualitas pelayanan antardapur SPPG diharapkan dapat terus diperbaiki berdasarkan masukan dari sekolah.

"Kalau di dapur lain peserta didik bisa mendapatkan MBG yang bagus, maka kenapa di tempat lain enggak bisa bagus? Maka kami ingin lebih mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua," ujar Sudaryono.

Kepala Sekolah Diminta Laporkan Masalah

Selain menyiapkan aplikasi penilaian, Sudaryono meminta kepala sekolah dan guru tidak ragu melaporkan apabila menemukan kesalahan ataupun dugaan kecurangan dalam pelaksanaan MBG.

Menurut dia, masih terdapat dapur SPPG yang tidak melakukan perbaikan meski telah mendapat teguran dari pihak sekolah.

"Saya minta dan saya mohon kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami," tegasnya.

Sudaryono mengatakan laporan dapat disampaikan melalui email resmi BGN di alamat saluran_gurupicMBG@bgn.go.id. Keluhan maupun protes dapat ditujukan langsung kepada BGN dengan menembuskan laporan tersebut kepada dirinya.

BGN juga akan menyiapkan kanal WhatsApp khusus untuk memperkuat komunikasi dengan kepala sekolah dan guru terkait pelaksanaan MBG.

Setelah aplikasi selesai dikembangkan, BGN akan kembali berkomunikasi dengan kepala sekolah dan guru untuk memperoleh masukan mengenai kualitas makanan maupun pelayanan dapur SPPG.

"Untuk kemudian bisa memberikan feedback manakala di dapur-dapur yang melayani sekolah Bapak-Ibu pimpin ini itu kemudian apakah bagus, enggak bagus, kurang bagus, menunya ini dan lain sebagainya bisa kami dapatkan," kata Sudaryono.

Ia menambahkan, sistem tersebut diharapkan membuat BGN dapat lebih cepat menindaklanjuti berbagai keluhan yang muncul di lapangan.

"Dapur itu memang tidak takut ya sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa ter-connect dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia, sehingga nanti manakala ada hal-hal komplain, masalah keluhan, dan lain sebagainya bisa kami follow up," pungkasnya.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0