TEP UI 12 Terapkan Posyandu Lima Meja di Kampung Werabur Papua Barat
Teluk Wondama - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) 12 menggelar pelayanan kesehatan masyarakat di Kampung Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Kegiatan yang berlangsung di balai kampung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, itu memakai sistem posyandu lima meja bersama kader kesehatan, Puskesmas Distrik Nikiwar, dan masyarakat setempat.
Tim ini diketuai drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D., dengan anggota Refaldo, Fitria, Gilar, Iky, dan Evan.
Refaldo menjelaskan alasan tim memilih sistem tersebut. "Sistem 5 meja dipilih untuk memaksimalkan alur pelayanan kesehatan dasar secara terstruktur, efisien, dan terukur," kata Refaldo.
Penerapan sistem ini mendapat respons positif dari kader setempat. Ketua Kader Posyandu Werabur, Mama Iso, mengatakan posyandu di kampung itu sebelumnya hanya memakai tiga meja. Menurut dia, pembaruan alur kerja ini berdampak nyata pada efektivitas pelayanan di lapangan.
"Sistem posyandu 5 meja ini sangat efektif dan memudahkan kami para kader dalam bekerja serta melayani masyarakat secara lebih teratur," jelas Mama Iso, yang memimpin tim beranggotakan sepuluh kader.
Pelayanan dibagi dalam lima tahap. Meja 1 untuk pendaftaran, yakni pendataan awal peserta yang hadir. Di Meja 2, petugas menimbang dan mengukur tinggi badan (TB) serta berat badan (BB). Meja 3 digunakan untuk menghitung dan mencatat indeks massa tubuh (IMT) serta status gizi.
Berikutnya, Meja 4 melayani konsultasi kesehatan umum, gigi, dan mulut, termasuk pemberian vaksin dan imunisasi. Meja 5 menjadi tempat penyuluhan dan edukasi kesehatan masyarakat serta pencegahan stunting. Rangkaian itu ditutup dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.
Makanan tambahan berupa bubur kacang hijau, susu, nasi, telur, ayam, sayur, lauk pauk, dan panganan ringan. Seluruhnya diolah oleh para mama pengurus posyandu aktif di Kampung Werabur.
TEP UI 12 juga menghibahkan satu set timbangan dan alat ukur antropometri, serta sikat dan pasta gigi, untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga. Kepala Puskesmas Distrik Nikiwar Kris Sawasemariay menyatakan kolaborasi ini sangat membantu tugas tenaga kesehatan di wilayahnya.
"Kehadiran TEP UI membantu kami, terima kasih ya," tuturnya singkat.
Kolaborasi dengan masyarakat lokal ini diharapkan tidak hanya berdampak sesaat. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas kader lokal dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Papua Barat.
Benso, selaku ketua TEP UI 12, berharap kegiatan ini berkelanjutan. "Kami harapkan kegiatan posyandu ini dapat berjalan dengan berkelanjutan dan memberdayakan kader-kader warga Werianggi untuk meningkatan kesehatan dan harapan hidup bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia," ujarnya.
TEP UI merupakan gerakan pengabdian masyarakat dan riset terpadu mahasiswa UI melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Gerakan ini berfokus pada pemberdayaan, peningkatan akses kesehatan, dan pengembangan potensi masyarakat di berbagai daerah pelosok serta wilayah perbatasan Indonesia, khususnya terkait tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 1, SDG 3, dan SDG 4).
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0