Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Ikuti Jejak Jokowi: Seribu Kawan Terlalu Sedikit

21 Okt 2026 - 21:01
Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Ikuti Jejak Jokowi: Seribu Kawan Terlalu Sedikit
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang bertepatan dengan dengan tahun pemerintahannya, di Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026).(Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden.)

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan arah politik luar negeri pemerintahannya mengikuti garis yang ditempuh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), khususnya dalam menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga. Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026), yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahannya.

"Sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo," kata Prabowo dalam pidatonya.

"Saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu, kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita," sambungnya.

Prabowo menuturkan, selama menjabat Menteri Pertahanan ia aktif berkeliling untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga. Menurutnya, sebagian besar permintaan mitra kerja sama ia ikuti dan menjadi pegangan dalam menjalankan politik luar negeri.

"Saya keliling, saya mau kerja sama dengan mereka. Apa yang mereka minta sebagian besar saya ikuti, dan itu yang berusaha kita pegang teguh," ujarnya.

Kepala Negara juga menegaskan prinsip yang ia pegang dalam hubungan internasional, yakni "seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak". Prabowo menyatakan ingin menjalankan kebijakan bertetangga yang baik atau the good neighbor policy.

"Garis politik luar negeri saya adalah: seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Saya ingin menjadi the good neighbor. Yang saya ingin jalankan adalah the good neighbor policy," tegasnya.

Tidak hanya di ranah luar negeri, Prabowo menegaskan bahwa dalam politik dalam negeri ia mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok. Karena itu, ia berupaya merangkul semua kekuatan politik demi masa depan bangsa.

"Saya mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok. Karena itu, saya berusaha untuk merangkul semua kekuatan," kata Prabowo.

Ia beralasan, kondisi global saat ini penuh kerawanan. Berdasarkan pengalaman panjangnya di bidang keamanan dan politik, Prabowo menilai politik dan ekonomi tidak dapat dipisahkan.

"Karena kesadaran saya melalui pengalaman saya yang cukup lama di bidang keamanan, di bidang politik, di mana politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan," pungkasnya. (*)

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0