Bappenas: Optimalisasi Sektor Pertanian Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 10 Persen

20 Okt 2026 - 09:47
Bappenas: Optimalisasi Sektor Pertanian Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 10 Persen
Ilustrasi pertanian Indonesia (Cdmione)

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menilai sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga di atas 10 persen. Potensi tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, penguatan pengolahan hasil pertanian, serta perluasan akses pasar dan layanan keuangan.

Rachmat menyampaikan hal itu dalam acara Launching Dashboard Indeks Akses Keuangan di Daerah (IKAD) di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap produktivitas nasional apabila didukung oleh peningkatan kapasitas usaha dan akses terhadap layanan keuangan.

"Apabila ini ditingkatkan, maka kapasitas usaha dan akses pasar bisa memanfaatkan layanan keuangan untuk mendorong produktivitas. Produktivitas terbaik dan terbesar itu berasal dari pertanian, dari pengembangan unsur-unsur dasar," ujar Rachmat.

Ia mencontohkan Vietnam sebagai negara yang dinilainya mampu mengoptimalkan sektor pertanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu kunci pengembangannya adalah penguatan kegiatan budidaya pertanian (on-farm), industri pengolahan (processing), hingga peningkatan ekspor produk olahan pertanian.

Menurut Rachmat, pengembangan sektor pertanian tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi di tingkat usaha tani. Pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dan perluasan pasar ekspor juga diperlukan untuk memaksimalkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.

"Kalau itu bisa dikerjakan (di Indonesia), maka pertumbuhan ekonomi kita bukan saja 8 persen, tapi bisa di atas 10 persen," kata Rachmat.

Ia juga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada era 1970–1980-an yang sempat mencapai dua digit tidak terlepas dari pesatnya perkembangan sektor pertanian dan tumbuhnya kegiatan hilirisasi.

Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa penguatan sektor primer yang diikuti pengolahan hasil produksi dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Rachmat menambahkan, pengembangan sektor pertanian dan peningkatan nilai tambah produk juga dapat mendukung inklusi keuangan. Melalui akses terhadap layanan keuangan, pelaku usaha pertanian diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan kegiatan usaha yang menghasilkan nilai tambah lebih besar.

"Dengan begitu, maka inklusi keuangan sekaligus dua, (yaitu) pertumbuhan dari hal yang mendasar dan pertumbuhan dari nilai tambah yang kita bisa dapatkan," ujarnya.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0