Luhut Pastikan Ekonomi Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Tak Ragu Tanam Modal

08 Okt 2026 - 10:43
Luhut Pastikan Ekonomi Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Tak Ragu Tanam Modal
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan dalam Indonesia Internasional Sustainability Forum di Jakarta, Rabu (7/10/2026). ANTARA

Jakarta — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta investor domestik maupun internasional tidak ragu menanamkan modal di Indonesia. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap solid meski perekonomian global tengah menghadapi berbagai ketidakpastian.

Pesan tersebut disampaikan Luhut dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Rabu (7/10). Menurut dia, Indonesia masih memiliki prospek ekonomi jangka panjang yang kuat sehingga kondisi global tidak seharusnya menjadi alasan bagi investor untuk menunda investasi.

"Pesan saya sangat jelas dan sederhana bagi para investor: jangan ragu untuk berinvestasi di negara ini. Fundamental ekonomi kita tetap sehat dan prospek jangka panjang kita sangat kuat. Indonesia tidak akan kolaps," ujar Luhut.

Luhut mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan internal. Namun, pemerintah, kata dia, terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan tersebut secara bertahap, termasuk melalui penguatan industri nasional, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Selain memastikan kondisi fundamental ekonomi tetap terjaga, Luhut mengungkapkan adanya perubahan arah dalam kerja sama investasi Indonesia dengan mitra internasional.

Menurut dia, pemerintah kini tidak lagi hanya mengejar alih teknologi atau technology transfer. Indonesia mulai mendorong pola kerja sama yang lebih mendalam melalui inovasi bersama atau joint innovation.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri nasional sekaligus memperkuat kapasitas SDM lokal dalam mengembangkan teknologi.

"Jadi bukan lagi hanya technology transfer, tetapi joint innovation," kata Luhut.

Ia mencontohkan sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebagai bidang yang memiliki peluang besar untuk mengembangkan model kerja sama tersebut.

Luhut mendorong perusahaan dan mitra internasional untuk membangun laboratorium bersama dengan Indonesia. Selain itu, para mitra diharapkan ikut memberikan pelatihan kepada para insinyur nasional serta melibatkan peneliti muda Indonesia dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di industri.

Luhut menilai keterlibatan langsung para insinyur muda Indonesia dalam kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi menjadi bagian penting dari proses peningkatan kapabilitas nasional.

Dengan terlibat dalam riset bersama mitra internasional, kemampuan SDM Indonesia diharapkan tidak berhenti pada tahap menggunakan teknologi yang sudah tersedia, tetapi juga berkembang hingga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi baru.

Ia menilai pengembangan teknologi juga membutuhkan proses investasi yang berkelanjutan. Penelitian pada tahap awal, menurut Luhut, membutuhkan pendanaan yang bersifat sabar atau patient funding karena hasilnya tidak selalu dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Teknologi yang dinilai menjanjikan kemudian membutuhkan proyek percontohan untuk membuktikan kelayakannya. Setelah proyek tersebut berhasil, diperlukan investasi lanjutan agar teknologi dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0