Zulhas Ungkap Pemerintah Akan Tambah Kebun Tebu untuk Penuhi Kebutuhan Bioetanol E20

07 Okt 2026 - 13:38
Zulhas Ungkap Pemerintah Akan Tambah Kebun Tebu untuk Penuhi Kebutuhan Bioetanol E20
Ilustrasi kebun tebu (istockphoto)

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah akan menambah lahan perkebunan tebu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program bahan bakar nabati (BBN) bioetanol E20.

Penambahan kebun tebu tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan bahan baku campuran bioetanol dalam bahan bakar minyak (BBM) dapat terpenuhi tanpa mengganggu ketahanan pangan, khususnya pasokan gula nasional.

“Ya, kebunnya ditambah,” ujar Zulhas saat ditemui di sela-sela acara Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Zulhas menjelaskan bahan baku bioetanol untuk program E20 tidak hanya dapat berasal dari tebu. Pemerintah juga dapat memanfaatkan komoditas lain, seperti singkong, sebagai sumber bahan baku bioetanol.

Namun, apabila pemerintah memilih mengandalkan tebu sebagai bahan baku utama E20, Zulhas mengakui pasokan yang tersedia saat ini belum mencukupi.

“E20 itu kan antara lain bisa dari tebu, bisa dari singkong, bisa dengan yang lain. Ya, kalau sekarang kan kurang? Nah, kalau kita mau tebu, ya harus buka kebun baru,” katanya.

Rencana penambahan kebun tebu tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan bioetanol sebagai bahan bakar nabati sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar dari luar negeri.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia tidak perlu mengimpor produk bahan bakar minyak (BBM) apabila mampu menerapkan program bioetanol E50.

Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin kebutuhan etanol untuk program pencampuran BBM tersebut dipenuhi melalui impor.

Menurut dia, penggunaan etanol impor untuk program E10, E20, maupun E50 hanya akan mengubah bentuk ketergantungan Indonesia terhadap negara lain.

“Kami tidak mau menerapkan E10, E20, atau E50 tetapi etanolnya diimpor dari luar. Sama saja itu. Kami ingin untuk memanfaatkan produksi kita dalam negeri,” ujar Bahlil.

Karena itu, pemerintah memilih menerapkan pengembangan bioetanol secara bertahap dengan mengoptimalkan potensi produksi dalam negeri.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0