Debut di Film Layar Lebar, Inayah Wahid Akui Sempat Salah Sebut Judul Foufo

04 Jul 2026 - 13:52
Debut di Film Layar Lebar, Inayah Wahid Akui Sempat Salah Sebut Judul Foufo
Inayah Wahid dalam konferensi pers "Foufo" di XXI Epicentrum, Jakarta (3/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jakarta - Putri bungsu Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wahid, untuk pertama kalinya menjajal dunia film layar lebar melalui Foufo. Aktivis sosial tersebut mengaku antusias mendapat kesempatan baru yang berbeda dari aktivitas yang selama ini digelutinya.

Dalam konferensi pers film Foufo di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026), Inayah mengungkapkan rasa bahagianya bisa terlibat dalam proyek tersebut.

"Film layar lebar pertama. Ini saya baru pertama kali sebenarnya. Saya senang banget ya," kata Inayah.

Bagi Inayah, pengalaman syuting menjadi sesuatu yang benar-benar baru. Ia mengaku menikmati seluruh proses produksi bersama para pemain dan kru yang terlibat dalam film garapan Bayu Skak tersebut.

Menariknya, selama proses syuting Inayah tidak menerima naskah skenario secara utuh. Ia hanya memperoleh bagian adegan yang harus dimainkannya, sehingga harus memahami perkembangan karakter dari potongan-potongan adegan yang diberikan.

"Jadi saya hanya dikasih bagian-bagian adegan saya saja," ungkapnya, seraya menjelaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun karakter.

Suasana konferensi pers pun sempat mencair ketika Inayah menceritakan pengalamannya saat pertama kali bergabung dalam produksi film tersebut. Ia mengaku bahkan belum mengetahui cara pengucapan judul Foufo.

"Jadi saya itu syuting datang itu bahkan enggak tahu ini cara mengucapkan judulnya tuh gimana," ujarnya.

Sambil berseloroh, Inayah mengatakan dirinya dan tim sempat meyakini bahwa judul film tersebut dibaca "Fufufafa", yang langsung disambut gelak tawa para awak media.

"Tadinya saya sama tim itu berkeyakinan pengucapannya itu 'Fufufafa'," katanya sambil tertawa.

Di balik cerita lucu tersebut, Inayah mengungkapkan alasan utama menerima tawaran bermain di Foufo. Menurutnya, film ini memiliki nilai penting karena berani mengangkat identitas lokal Madura sebagai latar utama cerita.

Sutradara Bayu Skak diketahui melibatkan sekitar 80 persen pemain lokal asal Madura demi menghadirkan nuansa budaya yang lebih autentik di layar lebar. Pendekatan itu dinilai Inayah sebagai langkah yang patut diapresiasi karena tetap memberi ruang bagi identitas budaya daerah di tengah industri perfilman nasional.

"Jadi saya benar-benar, 'Oh ya sudah oke.' Ini sesuatu yang kalau menurut saya patut diapresiasi banget gitu. Identitas itu tetap dimunculkan itu di hari ini ya," tutup Inayah.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0