WHO Nyatakan Wabah Hantavirus Berakhir, Pasien Terakhir Dinyatakan Negatif Semua

03 Jul 2026 - 19:27
WHO Nyatakan Wabah Hantavirus Berakhir, Pasien Terakhir Dinyatakan Negatif Semua
Ilustrasi Hantavirus. (Foto dok: cnbc)

Pernyataan resmi dikeluarkan World Health Organization (WHO) yang menyatakan wabah hantavirus telah berakhir. Keputusan tersebut diambil setelah pasien terakhir yang terpapar virus dinyatakan negatif dan menyelesaikan masa karantina, sementara hingga kini tidak ditemukan lagi kasus baru sejak akhir Mei.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa seluruh proses pemantauan terhadap kontak terakhir kasus hantavirus telah selesai dengan hasil yang menggembirakan.

"Hari ini, kontak terakhir dari seseorang yang terpapar hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menyelesaikan masa karantinanya, hasil tesnya negatif, dan kembali ke rumah," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, dikutip dari AFP, Kamis (2/7).

Tedros menegaskan, tidak adanya penambahan kasus dalam beberapa pekan terakhir menjadi dasar WHO menetapkan berakhirnya wabah tersebut.

"Tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 25 Mei. Oleh karena itu, kami sangat senang untuk menyampaikan bahwa WHO menganggap wabah hantavirus telah berakhir," sambungnya.

Wabah hantavirus sebelumnya sempat memicu perhatian internasional setelah kemunculan kasus pertama yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Insiden tersebut menjadi sorotan karena melibatkan virus yang tergolong langka dan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sebagian besar jenis hantavirus lainnya.

Meski status wabah telah dinyatakan berakhir, WHO menegaskan upaya penelitian terhadap virus tersebut masih terus berlangsung. Organisasi kesehatan dunia itu menilai pemahaman yang lebih mendalam mengenai perkembangan penyakit tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan wabah serupa pada masa mendatang.

Menurut Tedros, WHO saat ini tengah mengoordinasikan penelitian internasional yang melibatkan puluhan negara untuk memperkuat pemahaman ilmiah mengenai hantavirus.

"Kami juga mengoordinasikan sebuah studi yang melibatkan 21 negara untuk memahami bagaimana penyakit ini berkembang, yang akan mendukung pengembangan diagnostik, terapi, dan vaksin untuk wabah di masa mendatang," jelas Tedros.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah dalam pengembangan metode diagnosis yang lebih akurat, terapi yang lebih efektif, hingga kemungkinan pengembangan vaksin apabila wabah serupa kembali muncul di kemudian hari.

Hantavirus diketahui merupakan virus yang ditularkan oleh hewan pengerat. Penyakit akibat virus ini tergolong jarang ditemukan dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus yang secara spesifik ditujukan untuk mengatasi infeksi hantavirus.

Dalam wabah yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius, virus penyebabnya merupakan varian Andes. Varian ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan jenis hantavirus lainnya karena sejauh ini menjadi satu-satunya hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kemunculan wabah di kapal pesiar sempat menimbulkan perhatian luas dari komunitas kesehatan internasional. Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan WHO, tidak ditemukan lagi kasus baru setelah 25 Mei sehingga rantai penularan dinilai telah terputus.

Dengan berakhirnya wabah ini, WHO menegaskan bahwa pengawasan ilmiah tetap akan dilakukan melalui berbagai studi internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dunia dalam menghadapi potensi kemunculan wabah penyakit menular di masa depan, khususnya yang disebabkan oleh virus langka seperti hantavirus.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0