Studi: Semaglutide Berpotensi Perlambat Penuaan Biologis, Namun Masih Perlu Penelitian Lanjutan
Jakarta – Semaglutide, obat yang dikenal sebagai bahan aktif dalam produk Ozempic dan Wegovy, kembali menunjukkan potensi manfaat di luar fungsinya sebagai terapi diabetes dan penurunan berat badan.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications mengungkap bahwa obat tersebut berpotensi memperlambat penuaan biologis pada tingkat sel.
Penuaan biologis merupakan proses penuaan yang terjadi pada sel dan jaringan tubuh. Berbeda dengan usia kronologis yang dihitung berdasarkan tanggal lahir, usia biologis mencerminkan kondisi kesehatan tubuh dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyakit, gaya hidup, dan peradangan kronis.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melakukan uji klinis acak dengan kelompok pembanding (plasebo) selama 32 minggu. Sebanyak 108 orang dewasa yang hidup dengan HIV dan mengalami lipohipertrofi, yaitu penumpukan lemak berlebih di area perut, dilibatkan sebagai peserta penelitian.
Untuk menilai perubahan usia biologis, peneliti menggunakan penanda DNA yang dikenal sebagai jam epigenetik (epigenetic clock). Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menerima suntikan semaglutide setiap minggu mengalami perlambatan penuaan biologis sekitar 9 persen dibandingkan kelompok plasebo.
Efek tersebut teramati pada berbagai organ penting, termasuk otak, jantung, ginjal, hati, dan darah.
Temuan ini dinilai penting karena penyandang HIV diketahui memiliki risiko mengalami proses penuaan biologis yang lebih cepat dibandingkan populasi umum.
Diduga Bekerja Lewat Penurunan Peradangan
Dokter spesialis kedokteran keluarga di Lowell General Hospital, Damian Folch, M.D., menilai salah satu manfaat utama semaglutide kemungkinan berasal dari kemampuannya menekan peradangan kronis di dalam tubuh.
"Kita tahu bahwa sel lemak itu memicu peradangan, jadi mengurangi lemak di tubuh, terutama lemak viseral atau lemak perut, memiliki dampak besar pada peradangan secara keseluruhan," ujar dr. Folch.
Menurutnya, berkurangnya peradangan kronis dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan berbagai organ sekaligus memperlambat proses penuaan biologis.
Pandangan serupa disampaikan pakar pengendalian berat badan, Mir Ali, M.D., yang menjelaskan bahwa kelebihan berat badan menyebabkan tubuh berada dalam kondisi peradangan kronis.
Peradangan tersebut telah lama diketahui berhubungan dengan berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2, yang dapat mempercepat proses penuaan serta meningkatkan risiko kematian dini.
"Secara teori, mengurangi peradangan kronis tersebut seharusnya memperlambat penuaan biologis," kata dr. Ali.
Selain membantu menurunkan berat badan, obat golongan GLP-1 seperti semaglutide juga berperan menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga turut membantu menekan proses peradangan.
Masih Ada Pertanyaan yang Belum Terjawab
Meski hasil penelitian dinilai menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa bukti ilmiah yang tersedia saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semaglutide dapat digunakan sebagai terapi anti-penuaan.
Dr. Mir Ali mengatakan masih sulit memastikan apakah perlambatan penuaan biologis terjadi karena efek langsung semaglutide atau merupakan konsekuensi dari penurunan berat badan yang dialami pasien.
"Sulit untuk mengatakan apakah penurunan berat badan atau obat itu sendiri yang menyebabkan penurunan peradangan tersebut," ujarnya.
Temuan serupa juga muncul dalam studi pendahuluan yang dipublikasikan dalam jurnal npj Aging pada April lalu. Penelitian tersebut melaporkan bahwa pasien HIV dengan penyakit fatty liver yang mengonsumsi semaglutide selama 24 minggu mengalami perlambatan penuaan biologis hingga 42 persen.
Perlu Dibuktikan pada Populasi Umum
Hingga kini, sebagian besar penelitian mengenai obat golongan GLP-1 masih berfokus pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti diabetes tipe 2, obesitas, HIV, maupun penyakit kronis lainnya.
Karena itu, para peneliti menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa manfaat serupa juga akan terjadi pada individu yang sehat.
"Itu adalah pertanyaan besar yang seharusnya dijawab oleh penelitian lebih lanjut pada populasi umum," kata dr. Folch.
Ia menambahkan bahwa pasien dengan penyakit penyerta umumnya memiliki tingkat peradangan yang lebih tinggi dibandingkan orang sehat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi besarnya manfaat yang diperoleh dari terapi semaglutide.
Dengan demikian, meskipun hasil penelitian membuka peluang baru dalam pemanfaatan semaglutide, para ahli menegaskan bahwa obat ini belum dapat dianggap sebagai terapi untuk memperlambat penuaan. Diperlukan penelitian lebih luas dan jangka panjang pada populasi yang beragam untuk memastikan efektivitas serta keamanan penggunaannya sebagai terapi anti-penuaan.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0