Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Ditargetkan Rampung dalam 3 Tahun

26 Agu 2026 - 06:33
Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Ditargetkan Rampung dalam 3 Tahun
Foto: esdm.go.id

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Program tersebut diawali dengan peluncuran 14 PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp. Keenam provinsi tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

“Pada sore hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ujar Prabowo dalam pernyataan peresmian.

Prabowo menegaskan pemerintah serius merealisasikan program tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegasnya.

Investasi Capai Rp1.140 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program PLTS 100 GWp merupakan salah satu program strategis pemerintah. Program tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran, penghematan penggunaan diesel, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan emisi karbon.

Menurut Bahlil, total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan program tersebut mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih,” kata Bahlil.

Selain investasi, Bahlil memperkirakan program tersebut dapat memberikan efisiensi terhadap subsidi pemerintah hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.

Program pembangunan PLTS 100 GWp juga diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan pekerjaan.

“Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” ujarnya.

14 PLTS Jadi Tahap Awal

Sebanyak 14 PLTS yang diluncurkan sebagai tahap awal program tersebar di enam provinsi.

Di Kepulauan Riau, proyek tersebut mencakup PLTS Tembesi dan PLTS Pulau Sembur. Sementara di Kepulauan Bangka Belitung terdapat PLTS Pulau Rengit.

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan sejumlah proyek PLTS, yakni PLTS Saguling, Purwakarta, Jatiluhur, Cirata, dan Jatigede.

Selanjutnya, di Jawa Tengah terdapat PLTS Waduk Gajah Mungkur. Sementara Jawa Timur mencakup PLTS Karangkates, Madura, Pasuruan, dan Banyuwangi.

Adapun di Bali, program tahap awal ditandai dengan peluncuran PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Bahlil mengatakan pelaksanaan program tersebut membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Dukungan juga diberikan oleh TNI dan Polri untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” kata Bahlil.

Dengan peluncuran tahap awal tersebut, pemerintah mulai menjalankan target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp yang ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0