Bawaslu Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu 2029 Lewat Program Pembelajaran Nasional Bersama

04 Agu 2026 - 11:57
Bawaslu Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu 2029 Lewat Program Pembelajaran Nasional Bersama
Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H., Anggota Bawaslu sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat. (Foto dok: istimewa)

Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali menyelenggarakan Program Bawaslu Membelajarkan (BM) Volume 2 sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas kelembagaan menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2029.

Melalui tema Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029, program ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk mendokumentasikan pengalaman, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pengawasan pemilu.

Anggota Bawaslu sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H., mengatakan tantangan pengawasan pemilu akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital, perubahan pola komunikasi politik, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas demokrasi dan integritas penyelenggaraan pemilu.

Menurut Herwyn, pengawas pemilu tidak lagi cukup hanya menguasai regulasi dan prosedur teknis. Mereka juga harus memiliki kemampuan membaca dinamika sosial, memanfaatkan teknologi informasi, mengelola data, serta menyusun strategi pengawasan yang mampu beradaptasi dengan berbagai bentuk pelanggaran yang terus berkembang.

"Pemilu 2029 akan menghadirkan tantangan yang berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Karena itu, Bawaslu harus memastikan seluruh jajaran pengawas memiliki kapasitas yang memadai, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki ruang untuk saling belajar dari pengalaman yang telah diperoleh selama menjalankan tugas pengawasan," ujar Herwyn, Senin (3/8).

Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam organisasi berskala besar adalah hilangnya pengetahuan ketika pengalaman lapangan hanya tersimpan pada individu atau satuan kerja tertentu. Padahal, berbagai inovasi, strategi pencegahan pelanggaran, metode pengawasan partisipatif, hingga penyelesaian persoalan yang lahir di daerah dapat menjadi referensi penting bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Bawaslu mengembangkan Program Bawaslu Membelajarkan sebagai instrumen knowledge management yang memungkinkan pengalaman empiris dari seluruh Indonesia dihimpun, didokumentasikan, dan diubah menjadi pembelajaran kelembagaan.

"Setiap pengalaman pengawasan memiliki nilai yang sangat penting. Ketika pengalaman itu terdokumentasi dan dibagikan kepada seluruh jajaran, maka organisasi akan tumbuh lebih cepat dibandingkan jika pembelajaran hanya berlangsung secara individual. Inilah semangat utama Bawaslu Membelajarkan," kata Herwyn.

Program BM Volume 2 mengusung tema "Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029" sebagai upaya memperkuat budaya berbagi pengetahuan di lingkungan Bawaslu. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan praktik terbaik (best practices), setiap satuan kerja didorong untuk saling bertukar gagasan dan menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu di masa mendatang.

Pelaksanaan program dibagi ke dalam tiga tahapan. Tahap pertama adalah Video Based Learning Stage, yakni penyusunan perangkat pembelajaran berupa desain pembelajaran, materi ajar, video pembelajaran, serta dokumen pendukung sesuai ketentuan program.

Tahap berikutnya adalah Knowledge Showcase (Comparative Learning Stage) yang menjadi forum presentasi praktik baik, pertukaran pengalaman, dan diskusi bersama narasumber serta tim penilai. Selanjutnya, peserta terbaik akan mengikuti Grand Final Nasional (National Excellence Stage) sebagai puncak pelaksanaan Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2.

Pada penyelenggaraan tahun ini, materi pembelajaran disusun dalam sejumlah klaster dan topik strategis yang disesuaikan dengan kewenangan serta karakteristik tugas Bawaslu Provinsi maupun Bawaslu Kabupaten/Kota. Topik tersebut mengangkat berbagai isu aktual mengenai penyelenggaraan dan pengawasan pemilu sehingga peserta didorong menyampaikan pengalaman empiris yang dapat menjadi referensi bagi satuan kerja lain.

Selain menyusun perangkat pembelajaran, setiap peserta juga diwajibkan melakukan publikasi melalui media komunikasi resmi Bawaslu sesuai ketentuan program.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penyebarluasan praktik baik pengawasan kepada masyarakat sekaligus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan tugas pengawasan di seluruh Indonesia.

Dalam proses penilaian, setiap karya akan dievaluasi berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari desain pembelajaran, kualitas materi ajar, penguasaan substansi, kedalaman analisis, kualitas video pembelajaran, pelaksanaan publikasi, hingga kontribusinya terhadap penguatan manajemen kinerja.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan organisasi.

Melalui penyelenggaraan Bawaslu Membelajarkan Volume 2, Bawaslu berharap ekosistem kolaborasi di seluruh jajarannya semakin kuat. Praktik-praktik baik yang lahir dari pengalaman pengawasan di berbagai daerah diharapkan menjadi referensi bersama, memperkaya pengetahuan kelembagaan, sekaligus memperkuat kualitas pengawasan menghadapi Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029. Dengan semangat belajar bersama dan saling berbagi pengalaman, Bawaslu terus mendorong terwujudnya organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan demokrasi.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0