PLTS 24 Jam di Pulau Rengit Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

26 Agu 2026 - 10:25
PLTS 24 Jam di Pulau Rengit Buka Peluang Ekonomi Masyarakat
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani (kiri) saat menghadiri Launching dan Groundbreaking PLTS 100 GWp secara daring di GEET Technopark Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Selasa (25/8/2026) (ANTARA/Biro Adpim Babel)

Belitung  – Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, menghadirkan pasokan listrik selama 24 jam bagi masyarakat dan diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi di pulau tersebut.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan ketersediaan listrik sepanjang hari memberikan manfaat langsung bagi warga Pulau Rengit yang sebelumnya hanya menikmati pasokan listrik sekitar 12 jam.

“Dengan hadirnya PLTS ini, energi listrik sudah tersedia selama 24 jam bagi warga di pulau ini,” kata Hidayat saat menghadiri secara daring acara Launching dan Groundbreaking PLTS 100 GWp di GEET Technopark Pulau Rengit, Selasa (26/08/2026).

Menurut Hidayat, keberadaan PLTS dengan investasi sekitar Rp15 miliar tersebut membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di Pulau Rengit.

“Selama ini masyarakat di Pulau Rengit mendapatkan listrik sekitar 12 jam. Dengan hadirnya PLTS ini, listrik dapat tersedia selama 24 jam. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan energi bersih yang dapat diterapkan di pulau-pulau kecil lainnya, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Hidayat menilai peningkatan akses listrik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dapat menjadi pendorong masuknya investasi dan pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya listrik 24 jam, kita berharap aktivitas masyarakat semakin berkembang, investasi masuk, dan potensi ekonomi di Pulau Rengit semakin terbuka,” katanya.

Program PLTS di Pulau Rengit merupakan bagian dari agenda nasional pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang dikoordinasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Hidayat mengatakan kehadiran PLTS tersebut menjadi gambaran bahwa transisi energi dapat memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses energi.

“Bagi Kepulauan Bangka Belitung, Pulau Rengit menjadi gambaran bahwa transisi energi dapat menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Dari listrik 12 jam menjadi 24 jam, dari pulau yang terbatas aktivitas menjadi pulau dengan peluang ekonomi yang semakin terbuka,” katanya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Program PLTS 100 GWp sekaligus melakukan peletakan batu pertama di Gilimanuk, Bali, pada Selasa, menyebut program tersebut sebagai langkah besar dalam pembangunan energi nasional.

Presiden menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun, bahkan berharap target tersebut dapat direalisasikan lebih cepat.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0