Pesawat Listrik Terbesar di Dunia X1 Sukses Jalani Penerbangan Perdana

23 Agu 2026 - 01:24
Pesawat Listrik Terbesar di Dunia X1 Sukses Jalani Penerbangan Perdana
Pesawat listrik terbesar di dunia X1 sukses terbang perdana dan mendarat di New York. (Foto: www.heartaerospace.com)

New York — Pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, X1, resmi menyelesaikan penerbangan perdananya di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (12/8/2026) pekan lalu. Pesawat eksperimental yang dikembangkan startup asal Swedia, Heart Aerospace, tersebut melakukan penerbangan sepenuhnya menggunakan tenaga baterai.

X1 lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh dan mengudara selama 27 menit. Dalam penerbangan tersebut, pesawat berhasil mencapai ketinggian sekitar 335 meter di atas permukaan tanah.

Dikutip dari IFL Science, Heart Aerospace menyebut seluruh penerbangan X1 ditenagai baterai dan hanya membutuhkan biaya listrik sekitar US$5 atau setara Rp88 ribu.

CEO Heart Aerospace Anders Forslund mengatakan keberhasilan penerbangan perdana X1 menjadi pembuktian bahwa teknologi penerbangan listrik dapat dikembangkan dalam skala pesawat komersial.

"Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial," ujar Forslund dalam pernyataannya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Forslund, teknologi tersebut berpotensi menekan biaya perjalanan udara bagi penumpang sekaligus mengubah struktur ekonomi industri penerbangan.

"Ini adalah visi kami untuk membuat perjalanan udara lebih terjangkau, lebih sering, dan lebih ramah lingkungan," katanya.

Pengembangan pesawat listrik juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan. Industri penerbangan selama ini menjadi salah satu sumber emisi yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Selain faktor lingkungan, biaya operasional menjadi daya tarik teknologi pesawat listrik, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar yang dipengaruhi gejolak geopolitik di Timur Tengah.

X1 merupakan pesawat eksperimental yang dikembangkan Heart Aerospace sebagai bagian dari proses penyempurnaan teknologi untuk ES-30. Pesawat tersebut dirancang sebagai model komersial yang lebih besar dan ditargetkan mulai mengangkut penumpang pada 2031.

X1 memiliki bentang sayap sepanjang 32,3 meter dan mampu menopang berat maksimum hingga 11.339 kilogram saat lepas landas.

Sementara itu, ES-30 saat ini dikembangkan di Los Angeles, Amerika Serikat. Pesawat tersebut dijadwalkan menjalani penerbangan perdana pada 2028.

Proyek ES-30 juga mendapat dukungan dari sejumlah investor dan calon pengguna, termasuk Air Canada dan United Airlines. Kedua maskapai menyatakan ketertarikannya untuk memasukkan ES-30 ke dalam armada komersial mereka apabila rangkaian pengujian berjalan sesuai rencana.

Chief Financial Officer Air Canada John Di Bert mengatakan transisi menuju energi yang lebih bersih di sektor penerbangan membutuhkan kombinasi berbagai teknologi dan strategi.

"Transisi energi untuk penerbangan akan membutuhkan berbagai upaya, mulai dari efisiensi operasional, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, dan pengembangan teknologi pesawat baru," kata Di Bert.

Senada, CFO United Airlines Michael Leskinen menilai pesawat komersial listrik memiliki prospek untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis maskapai.

"Pesawat komersial listrik memiliki potensi nyata untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang sekaligus memperkuat bisnis kami," ujarnya.

Keberhasilan penerbangan perdana X1 menjadi salah satu tonggak penting bagi Heart Aerospace dalam mengembangkan pesawat listrik berukuran lebih besar. Namun, sebelum dapat digunakan secara komersial, teknologi tersebut masih harus melewati serangkaian pengujian dan proses sertifikasi penerbangan.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0