Empati dan Koneksi Antarmanusia Tak Akan Tergantikan AI, Kata Google Cloud

15 Jul 2026 - 23:52
Empati dan Koneksi Antarmanusia Tak Akan Tergantikan AI, Kata Google Cloud
Orang-orang berjalan di samping logo Google Cloud di Barcelona, Spanyol, pada 4 Maret 2025 (Reuters/Albert Gea)

Jakarta – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memunculkan kekhawatiran bahwa sejumlah pekerjaan dan kemampuan manusia akan tergantikan oleh teknologi. Namun, Google Cloud menilai masih ada keterampilan mendasar yang tetap menjadi keunggulan manusia di era AI.

Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific, Moe Abdula, mengatakan kemampuan manusia untuk berempati dan membangun koneksi dengan sesama merupakan dua aspek yang tidak akan tergantikan oleh kecerdasan artifisial.

"Saya pikir ada keterampilan manusia yang akan bertahan, dan mereka telah melewati semua pergeseran teknologi di masa lalu. Kemampuan kita untuk memiliki empati dan koneksi adalah hal yang sangat manusiawi," ujar Moe Abdula saat diwawancarai usai acara taklimat media Google Cloud di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Moe, sepanjang sejarah perkembangan teknologi, mulai dari revolusi industri hingga era digital, manusia selalu mampu beradaptasi tanpa kehilangan karakteristik yang membuatnya unik. Hal serupa diyakini akan terjadi di tengah pesatnya adopsi AI.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan memahami emosi, merasakan kondisi orang lain, serta memberikan respons yang sesuai dalam interaksi sosial merupakan kualitas yang hingga kini masih sulit direplikasi oleh mesin.

"Empati bukan sekadar memahami apa yang dikatakan seseorang, tetapi juga mampu menangkap konteks, emosi, dan kebutuhan di balik sebuah percakapan. Hal ini menjadi bagian penting dalam hubungan antarmanusia," jelasnya.

Pernyataan tersebut hadir di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI generatif di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan pelanggan, kesehatan, hingga dunia kerja. Teknologi AI kini mampu menghasilkan teks, gambar, kode pemrograman, hingga menganalisis data dalam waktu singkat.

Meski demikian, Moe menilai AI sebaiknya dipandang sebagai alat yang membantu meningkatkan produktivitas manusia, bukan sebagai pengganti sepenuhnya. Menurutnya, kolaborasi antara manusia dan AI akan menjadi pendekatan yang paling efektif dalam menghadapi transformasi digital.

Kemampuan berpikir kritis, membangun hubungan, serta menunjukkan empati dinilai akan semakin bernilai ketika berbagai pekerjaan teknis mulai dibantu oleh teknologi AI. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan interpersonal tetap menjadi aspek penting yang perlu dimiliki sumber daya manusia di era kecerdasan artifisial.

Dengan semakin pesatnya inovasi AI, para pelaku industri teknologi pun terus mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, di mana kemampuan manusia tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan keputusan, inovasi, dan hubungan yang bermakna.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0