Bawaslu Jakarta Barat Perkuat Kapasitas Humas Lewat Diskusi Lentera dan Pelatihan Jurnalistik

16 Jul 2026 - 18:18
Bawaslu Jakarta Barat Perkuat Kapasitas Humas Lewat Diskusi Lentera dan Pelatihan Jurnalistik
Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat terus memperkuat kualitas komunikasi publik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan. (Foto dok: istimewa)

Jakarta - Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat terus memperkuat kualitas komunikasi publik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyelenggarakan Diskusi Lentera (Literasi, Edukasi, Narasi, dan Tata Kelola Pengawasan), yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan jajaran Humas dalam mengelola informasi pengawasan, khususnya melalui pelatihan teknis penulisan berita dan penyusunan siaran pers. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi kelembagaan sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih mudah dipahami, akurat, dan memiliki nilai jurnalistik.

Pranata Humas Bawaslu, Andrian Habibi, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, Andrian menegaskan bahwa peran Humas di tingkat kota dan kabupaten memiliki posisi strategis dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga.

Menurutnya, setiap informasi yang dipublikasikan harus disusun dengan tetap berpegang pada prinsip dasar Bawaslu, yakni transparansi, akuntabilitas, dan netralitas.

"Siaran pers yang berkualitas adalah cermin kredibilitas lembaga. Melalui Diskusi Lentera ini, kami ingin memastikan bahwa rekan-rekan Humas mampu menghasilkan informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam mendukung keterbukaan pengawasan pemilu," ujar Andrian Habibi di sela-sela kegiatan, Rabu (13/7).

Dalam sesi pelatihan, Andrian memaparkan tahapan penyusunan berita dan siaran pers secara sistematis. Ia menjelaskan bahwa proses penulisan diawali dengan mengidentifikasi nilai berita yang memiliki kepentingan publik, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi data kepada divisi terkait sebelum memasuki tahap penyusunan naskah sesuai kaidah jurnalistik.

Menurut Andrian, tahapan tersebut penting untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan memiliki akurasi, dapat dipertanggungjawabkan, dan mencerminkan profesionalisme lembaga dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Selain membahas prosedur penulisan, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik Piramida Terbalik, yaitu metode penulisan berita yang menempatkan unsur 5W+1H pada bagian awal atau lead. Teknik tersebut dinilai efektif untuk menyampaikan informasi utama secara cepat kepada pembaca, baik melalui media massa maupun kanal komunikasi resmi Bawaslu.

Andrian menjelaskan bahwa penguasaan teknik jurnalistik menjadi salah satu keterampilan penting bagi jajaran Humas dalam menghadapi dinamika penyebaran informasi di ruang publik. Penyusunan narasi yang baik dinilai dapat membantu lembaga menyampaikan pesan secara lebih jelas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

"Setiap rilis yang diterbitkan bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen strategis untuk mitigasi isu dan menangkal disinformasi. Dengan tata kelola narasi yang baik, kita membangun citra lembaga yang tegas dan profesional," tambah Andrian.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat berharap kompetensi jajaran Humas terus meningkat sehingga mampu mengelola arus informasi secara efektif, profesional, dan sesuai prinsip keterbukaan informasi publik.

Penguatan kapasitas tersebut juga diharapkan mendukung kerja-kerja pengawasan pemilu yang dilakukan Bawaslu. Dengan penyampaian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tugas serta fungsi pengawasan pemilu yang dijalankan oleh lembaga.

Diskusi Lentera menjadi salah satu upaya Bawaslu Jakarta Barat untuk memperkuat tata kelola komunikasi publik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kehumasan, sehingga informasi mengenai pengawasan pemilu dapat tersampaikan secara efektif kepada seluruh lapisan masyarakat.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0