OpenAI Resmi Luncurkan GPT-Live, AI Suara Generasi Baru yang Lebih Natural

10 Jul 2026 - 23:49
OpenAI Resmi Luncurkan GPT-Live, AI Suara Generasi Baru yang Lebih Natural
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Jakarta - OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) berbasis suara terbaru, GPT-Live, setelah peluncurannya sempat tertunda akibat hambatan regulasi di Amerika Serikat (AS). Penundaan tersebut dikabarkan dipicu oleh kekhawatiran regulator terhadap laju perkembangan teknologi AI yang dinilai semakin pesat.

GPT-Live hadir dalam dua varian, yakni GPT-Live-1 yang menjadi teknologi utama untuk layanan ChatGPT Voice bagi pelanggan paket Go, Plus, dan Pro, serta GPT-Live-1 Mini yang ditujukan bagi pengguna gratis.

Selain tersedia di aplikasi ChatGPT, kedua model tersebut juga dirilis melalui Application Programming Interface (API) sehingga dapat diintegrasikan oleh para pengembang ke berbagai aplikasi, situs web, maupun sistem berbasis AI.

Percakapan Lebih Alami

GPT-Live merupakan generasi terbaru model AI berbasis suara yang dirancang agar percakapan dengan chatbot terasa semakin natural, menyerupai interaksi antarmanusia.

Salah satu peningkatan utamanya terletak pada arsitektur yang memungkinkan model mendengar dan berbicara secara simultan. Pendekatan ini mampu mengurangi latensi sehingga respons terasa lebih cepat dan alur percakapan tidak lagi terputus-putus.

Dalam percakapan, GPT-Live juga dapat menampilkan ekspresi verbal yang terdengar alami, seperti mengucapkan "mhmmm" saat mendengarkan lawan bicara. Model ini mampu memberikan jeda ketika pengguna sedang berpikir tanpa langsung menyela, sehingga komunikasi berlangsung lebih nyaman.

Mengutip The Deep View, Kamis (9/7/2026), apabila pengguna mengajukan pertanyaan yang membutuhkan penalaran lebih kompleks, GPT-Live akan secara otomatis mengalihkan proses tersebut ke model GPT-5.5. Proses penalaran berlangsung di latar belakang sehingga percakapan tetap berjalan secara natural tanpa harus berhenti menunggu jawaban.

Mampu Menerjemahkan Secara Real-Time

Kemampuan lain yang menjadi sorotan adalah fitur penerjemahan simultan secara real-time.

Dalam demonstrasi yang diperlihatkan kepada media menjelang peluncuran, GPT-Live mampu mendengarkan presentasi berbahasa Inggris, menerjemahkannya ke dalam bahasa Hindi secara langsung, kemudian membacakan hasil terjemahan tersebut dengan lancar.

Pembaruan ini mengatasi kelemahan pada teknologi sebelumnya, di mana model AI sering mengeluarkan suara "berpikir" yang terdengar tidak alami dan menimbulkan jeda panjang dalam percakapan.

Menurut OpenAI, seluruh peningkatan tersebut membuat GPT-Live melampaui kemampuan Advanced Voice Mode yang sebelumnya diperkenalkan bersama GPT-4o. Selain menghasilkan percakapan yang lebih disukai pengguna, GPT-Live juga mencatatkan performa lebih baik dalam berbagai tolok ukur teknis, termasuk penalaran ilmiah dan pencarian berbasis agen (agentic search).

Penggunaan Chatbot AI Terus Meningkat

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, adopsi chatbot di kalangan masyarakat juga mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan laporan terbaru Pew Research, sebanyak 49% orang dewasa di Amerika Serikat mengaku telah menggunakan chatbot AI secara aktif. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 33%.

Mayoritas responden memanfaatkan chatbot AI untuk mencari informasi (42%) dan menyelesaikan pekerjaan profesional (38%). Selain itu, AI juga digunakan untuk hiburan (25%), membuat maupun mengedit foto dan video (24%), memperoleh rekomendasi medis (20%), hingga panduan diet dan kebugaran (20%).

Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya ketergantungan terhadap AI dalam kehidupan sehari-hari. Sekitar 1 dari 10 responden mengaku menggunakan chatbot sebagai tempat memperoleh dukungan emosional sekaligus teman berbagi cerita.

Sementara itu, 24% responden mengatakan mereka menggunakan chatbot AI setiap hari, bahkan 4% di antaranya mengaku mengaksesnya hampir tanpa henti.

ChatGPT Masih Mendominasi Pasar

Di tengah persaingan yang semakin ketat di industri AI generatif, ChatGPT masih menjadi platform chatbot paling dominan secara global.

Data terbaru menunjukkan pangsa pasar ChatGPT mencapai 44% pada 2026, meningkat dibandingkan 34% yang tercatat dua tahun sebelumnya. Capaian tersebut memperkuat posisi OpenAI sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi AI generatif dan layanan chatbot berbasis percakapan.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0