Pasar PC Global Mulai Lesu, IDC Sebut Krisis Chip Memori Akibat Ledakan AI Jadi Pemicu

11 Jul 2026 - 00:09
Pasar PC Global Mulai Lesu, IDC Sebut Krisis Chip Memori Akibat Ledakan AI Jadi Pemicu
Ilustrasi gerai penjualan PC/Laptop (Istimewa)

Jakarta – Industri komputer pribadi (PC) global mulai menghadapi tekanan setelah mencatat penurunan pengiriman untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun terakhir. Firma riset International Data Corporation (IDC) melaporkan pengapalan PC pada kuartal II (Q2) 2026 turun 4,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 68,2 juta unit.

Penurunan tersebut mengakhiri tren pertumbuhan pasar PC yang telah berlangsung selama sembilan kuartal berturut-turut. IDC menilai, salah satu faktor utama yang memicu pelemahan pasar adalah krisis kelangkaan chip memori global akibat melonjaknya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan memburuknya kondisi ekonomi global turut menekan permintaan perangkat komputer di berbagai pasar.

"Inti persoalannya di sini adalah ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai pendapatan. Volume pengiriman menurun, namun pendapatan justru meningkat karena para vendor menerapkan kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan," ujar Research Director Consumer Devices IDC, Jitesh Ubrani, dikutip dari FoneArena, Jumat (10/7/2026).

Kelangkaan Chip Diperkirakan Berlanjut hingga 2028

IDC memperkirakan krisis pasokan chip memori belum akan mereda dalam waktu dekat. Menurut Ubrani, kondisi tersebut berpotensi berlangsung hingga awal 2028, sehingga akan terus memberikan tekanan terhadap industri komputer.

Ia menambahkan, kombinasi perlambatan ekonomi global dan penyesuaian inventaris setelah tingginya permintaan sebelumnya diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan pasar PC pada paruh kedua 2026.

Sejumlah produsen komputer, termasuk laptop, bahkan mulai bersiap menaikkan harga jual produk mereka pada 2027 untuk mengimbangi kenaikan biaya komponen. Di sisi lain, distributor mulai mengkhawatirkan meningkatnya stok produk pada segmen harga premium.

Biaya Komponen Naik, Siklus Pembaruan PC Terancam

Menurut IDC, tekanan biaya akibat kelangkaan chip memori berpotensi memperlambat siklus pembaruan perangkat komputer, meskipun minat terhadap PC yang mampu menjalankan pemrosesan AI secara lokal (on-device AI) terus meningkat.

Kebutuhan akan pemrosesan AI di perangkat dinilai semakin penting seiring meningkatnya biaya layanan komputasi awan (cloud computing). Namun, mahalnya harga komponen berisiko membuat konsumen maupun perusahaan menunda pembelian perangkat baru.

Vendor Besar Diuntungkan

Laporan IDC juga mencatat tren konsolidasi industri yang semakin kuat. Vendor-vendor besar seperti Apple, Dell, HP, dan Lenovo dinilai memiliki keunggulan karena mampu memanfaatkan skala bisnis mereka untuk mengamankan pasokan chip memori.

Keunggulan tersebut berasal dari jaringan rantai pasok yang lebih luas, termasuk keterlibatan mereka di pasar server dan perangkat keras lainnya, sehingga memiliki daya tawar yang lebih tinggi dibandingkan produsen berskala kecil.

"Seiring dengan kondisi pasar yang terus memburuk, manajemen rantai pasokan makin krusial. Pabrikan-pabrikan besar dengan daya beli tinggi dan jaringan rantai pasokan yang kuat berada pada posisi yang lebih menguntungkan ketimbang pesaing-pesaing yang lebih kecil," kata Vice President Consumer Devices IDC, Jean Philippe Bouchard.

Apple dan Asus Jadi Pengecualian

Di tengah pelemahan pasar, hanya Apple dan Asus yang berhasil mencatat pertumbuhan pengiriman PC pada kuartal II 2026.

Sementara itu, tiga vendor terbesar dunia, yakni Lenovo, HP, dan Dell, justru mengalami penurunan volume pengiriman dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan pada industri PC tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan yang melemah, tetapi juga oleh dinamika rantai pasok global yang semakin kompleks akibat pesatnya perkembangan teknologi AI.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0