Kenali Gejala Kanker Paru-Paru, Dokter Ingatkan Jangan Abaikan Nyeri Dada dan Batuk Tak Kunjung Sembuh

07 Jul 2026 - 20:26
Kenali Gejala Kanker Paru-Paru, Dokter Ingatkan Jangan Abaikan Nyeri Dada dan Batuk Tak Kunjung Sembuh
Ilustrasi. Batuk yang menerus jadi salah satu gejala kanker paru. (iStock/klebercordeiro)

Jakarta - Kanker paru-paru sering kali baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, sejumlah gejala awal dapat menjadi tanda peringatan yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dari UT MD Anderson Cancer Center, Dr. Ara Vaporciyan, mengatakan bahwa tidak semua gejala memerlukan penanganan darurat. Namun, gejala yang menetap selama beberapa minggu atau semakin parah perlu segera dievaluasi oleh tenaga medis.

"Gejala yang terus-menerus dan memburuk lebih perlu diperhatikan daripada gejala yang hanya terjadi dalam waktu singkat lalu hilang dengan sendirinya," ujar Vaporciyan, dikutip dari laman UT MD Anderson.

Tiga Gejala yang Sering Muncul

Beberapa pasien kanker paru-paru melaporkan gejala awal yang serupa sebelum akhirnya mendapatkan diagnosis.

1. Nyeri atau tekanan di dada

Rasa nyeri maupun tekanan di area dada dapat menjadi salah satu gejala kanker paru-paru. Deborah Schroeder (55), misalnya, mengaku mulai merasakan nyeri dada yang tidak biasa sebelum akhirnya didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium I.

"Saya mulai merasakan nyeri dada yang aneh," ungkap Schroeder.

2. Batuk yang tak kunjung sembuh

Batuk berkepanjangan juga menjadi salah satu tanda yang paling sering dialami pasien. Keegan Murphy (41), seorang mantan petugas pemadam kebakaran, mengalami batuk kering yang tetap berlangsung meski telah pulih dari flu.

Awalnya, dokter menduga ia mengalami pneumonia dan memberikan terapi antibiotik serta steroid. Namun, pemeriksaan lanjutan mengungkap bahwa penyebabnya adalah kanker paru-paru.

Pengalaman serupa dialami Leah Phillips (43). Ia mengalami batuk berkepanjangan selama beberapa bulan yang disertai penurunan berat badan tanpa sebab jelas serta batuk berdarah. Setelah menjalani pemeriksaan, ia didiagnosis mengidap kanker paru-paru stadium IV.

"Saya berpikir, bagaimana mungkin saya menderita kanker paru-paru? Saya tidak pernah tinggal di rumah dengan perokok, dan saya sendiri tidak pernah merokok," katanya.

3. Sesak napas

Sesak napas yang muncul saat beraktivitas juga patut diwaspadai. Ashley Stringer didiagnosis kanker paru-paru stadium I pada usia 34 tahun setelah mengalami sesak napas saat berolahraga di treadmill.

Awalnya, ia mengira keluhan tersebut disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab yang berbeda.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Menurut Vaporciyan, sesak napas yang muncul secara tiba-tiba atau semakin memburuk merupakan kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis segera. Hal serupa berlaku untuk nyeri dada karena keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan penyakit jantung.

"Hal itu bisa disebabkan oleh banyak hal selain kanker, termasuk masalah jantung. Begitu pula dengan nyeri dada. Anda tidak boleh menunda pemeriksaan tersebut," jelasnya.

Selain tiga gejala utama tersebut, beberapa tanda lain yang juga perlu diwaspadai meliputi:

  • Batuk berdarah atau mengeluarkan dahak yang berubah warna.
  • Perubahan pola batuk tanpa disertai gejala infeksi saluran pernapasan.
  • Nyeri dada yang menetap atau semakin terasa saat batuk, tertawa, atau berolahraga.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, terutama pada stadium lanjut.
  • Pembengkakan pada leher atau wajah.

Vaporciyan juga mengingatkan bahwa batuk kronis memang umum dialami oleh perokok. Namun, apabila batuk tiba-tiba memburuk atau tidak membaik setelah beberapa minggu meski telah mendapatkan antibiotik, pemeriksaan lanjutan sangat dianjurkan.

Ia menegaskan bahwa kewaspadaan tidak hanya berlaku bagi perokok. Saat ini, kasus kanker paru-paru juga semakin banyak ditemukan pada orang yang tidak memiliki riwayat merokok.

"Setiap kali Anda batuk berdarah, itu perlu segera diperiksa," tegas Vaporciyan.

Deteksi dini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker paru-paru. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala yang berlangsung lama atau semakin berat dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0