Dokter Ungkap Diet Sehat Tak Cukup Hanya Makan Rebusan
Jakarta - Diet sehat tidak cukup hanya dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus. Pola makan tetap perlu memperhatikan kelengkapan nutrisi, termasuk asupan protein dan lemak dalam jumlah yang sesuai.
Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan makanan rebusan memang dapat menjadi salah satu pilihan dalam menu sehari-hari, terutama untuk sarapan.
Namun, ia mengingatkan agar makanan tersebut tetap dilengkapi dengan sumber protein sehingga kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi.
“Boleh makan rebusan mungkin kalau di pagi lebih mudah. Tapi saya selalu rekomendasikan kalau bisa tetap lengkap. Ada proteinnya,” kata Juwalita dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Juwalita yang kini berpraktik di Rumah Sakit Pusat Pertamina menjelaskan sejumlah makanan seperti kentang, ubi, singkong, dan jagung dapat menjadi sumber karbohidrat. Namun, makanan tersebut tidak dengan sendirinya mencukupi kebutuhan protein tubuh.
Karena itu, ia menyarankan menu makanan tetap dilengkapi sumber protein, seperti telur, edamame, atau tahu yang dikukus.
Diet Tetap Membutuhkan Lemak
Selain protein, Juwalita menegaskan bahwa lemak tetap dibutuhkan tubuh meskipun seseorang sedang menjalani diet.
Menurut dia, menjalani pola makan sehat bukan berarti seseorang harus menghilangkan minyak atau lemak sepenuhnya dari menu sehari-hari.
“Jadi lemak tetap kita perlukan. Jadi gak selamanya harus makanannya itu blend hanya rebus-rebusan, kemudian tanpa lemak, tanpa minyak sama sekali,” ujarnya.
Penggunaan minyak dalam memasak tetap diperbolehkan selama jumlahnya diperhatikan. Sebaliknya, konsumsi makanan yang seluruhnya diolah dengan metode deep fried atau digoreng menggunakan banyak minyak tidak dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Dengan demikian, pola diet sehat perlu memperhatikan keseimbangan berbagai zat gizi, bukan hanya memilih metode memasak tertentu.
Perhatikan Gula, Garam, dan Lemak
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi lulusan Universitas Andalas, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA, mengatakan pola hidup sehat juga perlu dimulai dari kebiasaan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Ia mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, lemak, dan garam, terutama ketika memasuki usia dewasa.
“Kita perlu memperhatikan apa yang kita makan dan minum. Rendah gula, rendah lemak, rendah garam. Apalagi di usia 30-an, jangan samakan dengan anak-anak yang lebih muda,” kata Bobby.
Menurut Bobby, pola makan hanya menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan. Faktor lain seperti kualitas udara, aktivitas fisik, waktu tidur, hingga pengelolaan stres juga perlu diperhatikan.
Ia menyarankan masyarakat menghindari paparan polusi udara, termasuk asap rokok dan vape. Selain itu, aktivitas fisik secara rutin seperti berjalan kaki maupun olahraga kardio juga penting untuk menjaga tubuh tetap aktif.
Jam tidur yang teratur dan kemampuan mengelola stres juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan.
Gaya Hidup Berkaitan dengan Risiko Obesitas
Bobby mengatakan berbagai faktor tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan secara umum, tetapi juga berhubungan dengan kondisi jantung dan risiko mengalami obesitas.
Ketika berbagai faktor dalam gaya hidup tidak seimbang, seseorang dapat mengalami kenaikan berat badan. Kondisi tersebut kemudian dapat berkontribusi terhadap munculnya berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.
“Kalau ada kegemukan itu pada umumnya terjadi ketika faktor-faktor itu tidak seimbang, akhirnya kita menjadi gemuk dan gemuk itulah yang nanti berdistribusi menyebabkan penyakit jantung,” ujarnya.
Karena itu, menjalani diet sehat tidak semata-mata berarti mengurangi jumlah makanan atau memilih makanan rebusan. Pola makan perlu tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan memperhatikan keseimbangan protein, karbohidrat, lemak, serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak berlebihan.
Pola makan tersebut juga perlu diimbangi dengan aktivitas fisik, tidur yang cukup dan teratur, serta gaya hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0