Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun

08 Okt 2026 - 11:15
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani memberi keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (7/10/2026). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan Indonesia membutuhkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

Rosan mengatakan kebutuhan investasi tersebut merupakan target yang diberikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai bagian dari upaya pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Lima tahun ke depan, target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13.000 triliun lebih," kata Rosan di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurut Rosan, kontribusi investasi terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat. Jika sebelumnya kontribusi investasi rata-rata berada di kisaran 28-29 persen, saat ini porsinya telah mendekati 38-39 persen.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, total nilai investasi yang masuk ke Indonesia disebut telah mencapai sekitar Rp9.100 triliun.

"Untuk saat ini kontribusi dari investasi sudah mendekati 38 sampai 39 persen, jika dilihat selama 10 tahun terakhir investasi kurang lebih nilainya Rp9.100 triliun," ujarnya.

Rosan juga mencatat realisasi investasi Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Pada 2024, realisasi investasi tercatat sekitar Rp1.714 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar Rp1.931 triliun pada 2025.

Peningkatan realisasi investasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan investasi dalam rangka mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

"Itu adalah target yang diberikan oleh Bappenas kepada kami dalam rangka kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2029," kata Rosan.

Selain mengejar nilai investasi, pemerintah menekankan pentingnya kualitas investasi yang masuk ke Indonesia. Menurut Rosan, investasi harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja.

Ia menyebut investasi yang masuk pada tahun lalu telah menciptakan sekitar 2,4 juta lapangan pekerjaan.

"Yang paling penting tentunya adalah bagaimana dana yang masuk itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kurang lebih lapangan pekerjaan yang tercipta pada tahun lalu 2,4 juta orang," ujar Rosan.

Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk merupakan investasi berkualitas dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan investasi sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target pertumbuhan 8 persen pada 2029.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0