Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KPK Optimistis Berantas Korupsi
Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan optimistis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia dapat berjalan dengan dukungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme lembaga antirasuah dalam menjalankan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi.
"Optimistis pemberantasan tindak pidana korupsi bisa dilakukan dengan dukungan pemerintah yang sekarang," kata Setyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Setyo, sikap optimistis tersebut perlu dimiliki oleh seluruh jajaran internal KPK agar dapat merumuskan dan menjalankan strategi pemberantasan korupsi secara efektif.
"Kalau kami optimistis, tentu ada cara atau strategi yang bisa kami lakukan," ujarnya.
Setyo menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai pandangan KPK terhadap upaya pemberantasan korupsi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 20 Oktober 2024.
KPK Lakukan 36 OTT
Selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, KPK telah melakukan berbagai kegiatan penyelidikan dan penyidikan perkara dugaan korupsi, termasuk melalui 36 operasi tangkap tangan (OTT).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 OTT dilakukan ketika Setyo Budiyanto menjabat sebagai Ketua KPK.
Sejumlah pejabat dan pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut antara lain Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, Gubernur Riau Abdul Wahid, serta Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.
KPK juga menangkap Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi.
Selain pejabat pemerintahan, operasi penindakan KPK turut menyasar kalangan akademisi dan pejabat di lingkungan kementerian.
Mereka di antaranya Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq serta Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Lampri.
KPK juga menangkap Bima Setiawan, yang disebut sebagai adik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto.
Berbagai operasi tersebut menjadi bagian dari langkah penindakan KPK dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah sektor.
KPK menyatakan optimisme terhadap dukungan pemerintah menjadi modal bagi internal lembaga untuk terus mengupayakan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0