Jepang Bidik Potensi Migas Aceh, Joint Study JOGMEC-JAPEX Didorong Masuk Tahap Eksplorasi

31 Agu 2026 - 01:02
Jepang Bidik Potensi Migas Aceh, Joint Study JOGMEC-JAPEX Didorong Masuk Tahap Eksplorasi
Kepala BPMA Nasri Djalal berfoto bersama investor Jepang saat bertemu pada ajang Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2025, di Tokyo, Jepang, Senin (27/10/2025). (ANTARA/Humas BPMA)

Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong hasil joint study (JS) yang dilakukan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration (JAPEX) dapat berlanjut ke tahap eksplorasi hingga investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di Aceh.

Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan kajian yang dilakukan dua perusahaan Jepang tersebut di wilayah North Sumatra Basin (NSB) diharapkan tidak berhenti pada laporan teknis, tetapi menjadi pijakan untuk membuka peluang investasi hulu migas di Aceh.

“Kami berharap hasil joint study ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan membuka peluang konkret bagi pengembangan eksplorasi serta investasi di Aceh,” kata Mawardi di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan Mawardi setelah melakukan pertemuan dengan JOGMEC dan JAPEX untuk membahas perkembangan pelaksanaan Joint Study NSB yang telah berlangsung sekitar enam bulan.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan studi, evaluasi potensi geologi dan sumber daya migas, serta peluang pengembangan kerja sama pada tahapan berikutnya.

Evaluasi Potensi Migas North Sumatra Basin

Joint study NSB merupakan kerja sama JOGMEC, JAPEX, dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mencakup survei, analisis, serta evaluasi data geologi dan geofisika di wilayah darat dan lepas pantai North Sumatra Basin.

Kajian tersebut diarahkan untuk mengevaluasi potensi sumber daya migas yang belum ditemukan di kawasan Sumatera bagian utara.

Mawardi menilai kajian tersebut memiliki arti penting dari sisi teknis sekaligus menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan dan membuka peluang investasi sektor hulu migas di Aceh.

Menurutnya, proses kerja sama perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari kajian dan evaluasi, kemudian berlanjut ke kegiatan eksplorasi hingga peluang investasi dan pengembangan.

“Harapan kami sangat jelas, joint study ini tidak berhenti pada sebuah laporan teknis, tetapi dapat menjadi dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk evaluasi lebih lanjut, eksplorasi dan pada akhirnya investasi di Aceh,” ujarnya.

BPMA Siapkan Fasilitasi Investasi

BPMA menyatakan komitmennya untuk mendukung terciptanya iklim investasi hulu migas yang aman, kondusif, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor.

Mawardi mengatakan BPMA siap memfasilitasi serta mengoordinasikan para pemangku kepentingan sesuai kewenangannya apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan joint study maupun proses tindak lanjut kerja sama.

“Kami terbuka terhadap investor yang memiliki komitmen jangka panjang, kapasitas teknis dan finansial yang kuat. Kami siap mendukung proses ini melalui koordinasi dan fasilitasi sesuai kewenangan BPMA, sehingga berbagai tantangan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif,” tegasnya.

Jepang Lihat Potensi Eksplorasi Masih Terbuka

Perwakilan JAPEX Naohiro Yoshino mengatakan pelaksanaan joint study di NSB merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengevaluasi lebih lanjut potensi eksplorasi migas di kawasan tersebut.

Menurut Naohiro, North Sumatra Basin memiliki sejarah panjang dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Selain itu, penemuan lapangan gas berskala besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya potensi sumber daya yang masih dapat dikembangkan.

“Melalui joint study ini, kami ingin mengevaluasi lebih lanjut potensi eksplorasi di kawasan tersebut,” ujar Naohiro.

Sementara itu, perwakilan JOGMEC Mashashi Muramoto mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memahami lebih jauh potensi sumber daya migas di Sumatera bagian utara melalui kajian geologi dan geofisika.

“Melalui joint study ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi migas di wilayah tersebut sekaligus membangun dasar yang kuat untuk pengembangan kegiatan eksplorasi ke depan,” katanya.

JOGMEC bersama JAPEX dan mitra akademik di Indonesia masih melakukan kajian dan evaluasi. Hasil studi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi migas di kawasan NSB sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut.

Mashashi menambahkan kerja sama dengan Indonesia memiliki arti penting bagi kedua pihak, baik dalam mendukung pengembangan sumber daya migas Indonesia maupun memperkuat hubungan kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang.

Bidik Blok Andaman 1

Sebelumnya, BPMA menyebut JOGMEC dan JAPEX berminat mengeksplorasi potensi migas di Blok Andaman 1 yang berada di lepas pantai Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.

Wilayah tersebut merupakan lokasi yang sebelumnya pernah dilakukan pengeboran oleh Repsol.

Minat dua perusahaan Jepang tersebut juga dinilai menunjukkan keseriusan untuk masuk ke sektor hulu migas Aceh. Keduanya telah melakukan presentasi dan mengurus proses administrasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jika hasil joint study berlanjut ke tahap eksplorasi dan investasi, kerja sama tersebut berpotensi membuka sumber investasi baru bagi sektor hulu migas Aceh sekaligus memperkuat hubungan kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0