KMHDI DKI Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Nilai Sraddha

21 Sep 2026 - 06:38
KMHDI DKI Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Nilai Sraddha
Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) DKI Jakarta menggelar workshop bertajuk “Menumbuhkan Kesadaran Umat untuk Mengembangkan Usaha Keumatan Berdasarkan Sraddha Hindu” di Gedung Dharma Sevanam, Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). (Foto dok: Istimewa)

Jakarta - Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) DKI Jakarta menggelar workshop bertajuk “Menumbuhkan Kesadaran Umat untuk Mengembangkan Usaha Keumatan Berdasarkan Sraddha Hindu” di Gedung Dharma Sevanam, Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan umat Hindu untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya membangun kemandirian ekonomi umat melalui pengembangan usaha yang tetap berlandaskan nilai-nilai Sraddha dan Dharma.

Workshop tersebut menghadirkan I Gede Sandra, Direktur Eksekutif Infast Bestari, Ekonom dan Pemerhati Kebijakan Publik, serta Gde Bayu Pangestu A.W., S.E., Wakil Ketua Umum PP KMHDI Bidang Minat dan Bakat Kader dan Ekonomi Kreatif, sebagai narasumber.

Ketua PD KMHDI DKI Jakarta Marselinus mengatakan penguatan ekonomi umat perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, umat Hindu memiliki potensi sumber daya manusia dan jaringan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif.

“Sraddha Hindu tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga harus hadir dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui keberanian membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menghadirkan manfaat bagi umat serta masyarakat,” ujar Marselinus.

Ia menilai generasi muda Hindu memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat. Karena itu, kewirausahaan perlu mulai dilihat sebagai salah satu jalan bagi generasi muda untuk membangun kemandirian sekaligus memberikan kontribusi terhadap kemajuan umat.

“Kita ingin generasi muda Hindu bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Karena itu, pengetahuan, jejaring, inovasi, dan keberanian mengambil peluang harus terus dibangun,” katanya.

Menurut Marselinus, pengembangan usaha keumatan tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara mahasiswa, organisasi keumatan, pelaku usaha, profesional, dan berbagai elemen masyarakat Hindu dinilai menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi ekonomi umat.

Ia mengatakan konsolidasi potensi tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun ekosistem ekonomi keumatan yang lebih kuat. Pengembangan usaha, menurutnya, tidak semata-mata diarahkan pada keuntungan, tetapi juga pada kebermanfaatan bagi umat dan masyarakat.

“Kalau potensi umat dikonsolidasikan dengan baik, kita bisa membangun ekosistem ekonomi keumatan yang lebih kuat. Ini bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi bagaimana usaha tersebut memberikan kebermanfaatan dan menjadi bagian dari pengamalan Dharma,” tegasnya.

Workshop tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran mahasiswa dan umat Hindu mengenai hubungan antara nilai keagamaan dan kehidupan ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, PD KMHDI DKI Jakarta mendorong agar nilai-nilai Sraddha dan Dharma dapat menjadi landasan dalam membangun usaha serta mengembangkan potensi ekonomi umat.

Penguatan kapasitas generasi muda, pengembangan jejaring, inovasi, dan keberanian melihat peluang menjadi bagian yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. PD KMHDI DKI Jakarta menempatkan pengembangan usaha keumatan sebagai salah satu upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0