IPR Apresiasi Langkah Tegas Sudaryono Benahi BGN Melalui Reformasi Internal

27 Jul 2026 - 22:04
IPR Apresiasi Langkah Tegas Sudaryono Benahi BGN Melalui Reformasi Internal
Sudaryono Kepala BGN (Foto dok: istimewa)

Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengapresiasi langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang memberhentikan 261 pegawai non-ASN karena dinilai melanggar aturan dan tidak disiplin. Kebijakan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat dimulainya reformasi internal untuk memperkuat tata kelola lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Iwan, keputusan tersebut menunjukkan komitmen kepemimpinan Sudaryono dalam membangun organisasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menilai penegakan disiplin merupakan fondasi penting bagi keberhasilan sebuah institusi, terutama yang mengemban program strategis nasional.

“Keputusan ini merupakan sinyal positif bahwa BGN sedang bergerak ke arah reformasi kelembagaan yang lebih serius. Ketegasan terhadap pelanggaran disiplin merupakan fondasi penting untuk membangun institusi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Iwan Setiawan di Jakarta, Senin (27/7).

IPR berpandangan bahwa BGN membutuhkan pembenahan secara menyeluruh mengingat lembaga tersebut memegang peran penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, langkah penataan internal yang dilakukan Sudaryono dinilai sebagai awal dari proses transformasi kelembagaan yang lebih luas.

Meski demikian, Iwan mengingatkan reformasi organisasi tidak boleh berhenti pada pemberhentian pegawai yang dinilai bermasalah. Menurutnya, pembenahan juga harus menyasar sistem kerja, tata kelola, hingga mekanisme pengawasan agar berbagai persoalan yang pernah muncul tidak kembali terulang.

“Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya penegakan disiplin terhadap individu, tetapi juga reformasi sistem. Tata kelola organisasi harus diperkuat, sistem kerja perlu disempurnakan, mekanisme pengawasan harus diperketat, dan tata kelola anggaran maupun pelaksanaan program harus semakin transparan dan akuntabel. Dengan demikian, berbagai persoalan yang pernah muncul tidak terulang kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iwan menilai Sudaryono memiliki kapasitas untuk memimpin proses transformasi tersebut. Pengalaman manajerial yang dimilikinya serta kedekatan dengan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto diyakini dapat mempercepat konsolidasi internal sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap BGN.

Menurutnya, keberhasilan reformasi akan sangat ditentukan oleh konsistensi dalam melakukan pembenahan di seluruh lini organisasi, mulai dari tata kelola internal hingga pelaksanaan program di lapangan.

“Kehadiran Sudaryono membawa optimisme baru. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dalam melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir. Apabila reformasi kelembagaan ini berjalan secara berkelanjutan, kami optimistis implementasi Program Makan Bergizi Gratis akan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi anak-anak Indonesia,” kata Iwan.

IPR juga berharap seluruh jajaran BGN mendukung proses reformasi yang tengah dijalankan. Menurut Iwan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, keberhasilannya harus ditopang oleh institusi yang profesional, berintegritas, dan memiliki sistem tata kelola yang baik.

Ia menilai langkah tegas terhadap pelanggaran disiplin dapat menjadi pesan bahwa budaya kerja yang tidak profesional tidak mendapat ruang di lingkungan BGN. Namun, pembenahan yang berkelanjutan tetap menjadi faktor utama agar reformasi kelembagaan benar-benar menghasilkan perubahan yang berdampak pada kualitas pelayanan dan pelaksanaan program.

“Keberanian Sudaryono mengambil langkah tegas sejak awal masa kepemimpinannya menunjukkan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran disiplin dan budaya kerja yang tidak profesional di BGN. Ini menjadi modal penting untuk membangun lembaga yang semakin kredibel sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia,” tutupnya.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0