Gelombang Protes Landa Enam Negara Eropa
-
Aksi Protes di Wilayah Eropa
Aksi protes dengan beragam isu terjadi di sejumlah kota di Eropa dalam waktu yang hampir bersamaan, mulai dari Prancis, Italia, Spanyol, Albania, Belgia, hingga Portugis. Para pengunjuk rasa turun ke jalan membawa persoalan pensiun, perumahan, pendidikan, korupsi, hingga penentangan terhadap perang.
-
Prancis
Diwartakan Reuters, unjuk rasa berlangsung di sejumlah kota di Prancis pada Sabtu (24/10). Demonstrasi awalnya berjalan damai di Paris dan Marseille, tetapi berubah menjadi bentrokan saat malam tiba.
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut 410.000 orang ikut serta dalam protes di seluruh negeri. Namun, serikat pekerja mengatakan angka sebenarnya dua kali lipat lebih tinggi.
Di Marseille, demonstran membakar tempat sampah untuk memblokir jalan serta melemparkan batu dan botol ke arah pasukan keamanan. Bentrokan juga terjadi di Lyon, Bordeaux, Grenoble, Clermont-Ferrand, Lille, Rennes, Nantes, dan Toulouse.
-
Italia
Berdasarkan laporan Euronews, ribuan orang turun ke jalan di Milan, Roma, Turin, Napoli, Bologna, dan Florence. Para demonstran melemparkan botol, batu, hingga petasan.
Polisi Italia dalam sebuah pernyataan menyebut telah melakukan sembilan penangkapan dan menahan sementara 371 orang selama protes di delapan kota pada Sabtu. Dari mereka yang dibawa ke kantor polisi, 110 orang di antaranya anak di bawah umur.
-
Albania
Ribuan orang turun ke jalan di Tirana, Ibu Kota Albania, pada Sabtu untuk memprotes pemerintah baru. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Dalam bentrokan terbaru antara polisi dan demonstran sejak pertengahan Oktober, gedung-gedung pemerintah diserang dan puluhan demonstran ditahan. Pihak berwenang menyatakan lebih dari 300 demonstran dan polisi terluka.
-
Spanyol
Di Barcelona, demonstrasi "anti-sistem" berlangsung pada Sabtu. Sebanyak 100 orang ditangkap setelah aksi protes berujung penjarahan dan pembakaran di alun-alun kota.
Di Madrid, para demonstran menuntut kenaikan pensiun berdasarkan inflasi aktual. Mereka juga meminta pensiun minimum dinaikkan agar sesuai dengan upah minimum, kesenjangan pensiun gender ditutup, dan sistem pensiun publik dilindungi dari privatisasi.
-
Portugis
Para pengunjuk rasa di Lisbon mendirikan lebih dari 100 tenda setelah aksi yang diikuti ribuan orang pada Sabtu di sepanjang salah satu jalan utama ibu kota. Pada Minggu (25/10) dini hari, polisi membubarkan tenda-tenda tersebut dan melakukan beberapa penangkapan.
Portugis sedang bergulat dengan salah satu krisis keterjangkauan perumahan paling akut di Eropa. Harga rumah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan sewa untuk kontrak baru hampir dua kali lipat. Kaum muda termasuk kelompok yang paling terdampak.
-
Belgia
Bentrokan antara polisi dan massa terjadi di Brussels, Ibu Kota Belgia, pada Sabtu. Polisi menggunakan gas air mata dan merica saat bentrokan berlangsung.
Aksi unjuk rasa di Belgia dalam beberapa bulan terakhir menyerukan pendanaan lebih besar untuk pendidikan. Para demonstran juga menuduh polisi melakukan kekerasan berlebihan.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0