Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri, Cita-Cita Saya Hanya Aktivis
Denpasar – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai menanggapi dinamika perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Ia mengaku tidak pernah memiliki cita-cita untuk menduduki jabatan tinggi di pemerintahan.
Pigai mengatakan, sejak awal dirinya hanya bermimpi menjadi aktivis yang memperjuangkan keadilan. Kariernya hingga dipercaya memimpin Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan kemudian menjadi Menteri HAM disebutnya sebagai sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Saya tuh tulus. Saya, mimpi saya cuma aktivis kok, enggak pernah mimpi lebih tinggi. Tiba-tiba jadi pimpinan Komnas HAM, tiba-tiba jadi Menteri HAM,” kata Pigai saat menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar, Bali.
Terkait isu reshuffle Kabinet Merah Putih, Pigai mengaku tidak mempermasalahkan apabila Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menggantinya dari posisi Menteri HAM.
Menurut dia, pergantian tersebut justru akan terasa lebih terhormat apabila dilakukan ketika dirinya sedang menjalankan tugas negara.
Pigai tetap menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum meski sebelumnya terjadi dinamika reshuffle di Jakarta. Ia memilih menjalankan agenda tersebut sekaligus menghormati Timor Leste sebagai negara sahabat Indonesia.
“Tiba-tiba ada undangan dari Pak Arya Wedakarna (Anggota DPD RI perwakilan Bali) menyampaikan kepada saya akan ada pertemuan Bali dan Timor Leste Business Forum. Saya mikir, kalau saya diganti oleh Bapak Presiden pada saat saya melaksanakan tugas, itu lebih terhormat,” ujarnya.
Pigai menegaskan kehadirannya dalam forum bisnis Indonesia-Timor Leste merupakan bagian dari komitmennya menjalankan tugas sebagai Menteri HAM.
Ia mengatakan keputusan untuk tetap datang ke Bali juga didasari keinginannya menghormati hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Timor Leste.
“Makanya karena saya tulus, saya mengesampingkan situasi kemarin di Jakarta ketika 17 orang di-reshuffle. Saya memutuskan ke sini. Sekaligus menghormati Timor Leste sebagai saudara,” katanya.
Dalam forum tersebut, Pigai turut menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian Timor Leste dan para peserta kegiatan.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Presiden Prabowo Subianto kepada para delegasi yang hadir.
Selain itu, Pigai mengajak delegasi Timor Leste untuk terus berkunjung ke Bali dan berbagai wilayah di Indonesia guna mempererat hubungan kedua negara.
Dalam kesempatan yang sama, Pigai turut menyinggung persoalan keterwakilan kelompok minoritas dalam kepemimpinan nasional.
Menurut dia, kehadiran pemimpin yang berasal dari komunitas minoritas dalam posisi strategis nasional merupakan bagian dari upaya memperjuangkan kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa.
“Kami ingin ada Wakil Presiden yang berasal dari komunitas minoritas,” ujar Pigai.
Pigai juga mendorong pejabat Indonesia, khususnya di Kementerian Luar Negeri, agar lebih percaya diri dan aktif menyampaikan pandangan Indonesia dalam berbagai forum multilateral.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0