Said Aldi Harap Konferensi Ummah Terbaik Bawa Kemaslahatan Umat Islam dan Kemerdekaan Palestina
Phnom Penh - Presiden Pemuda Masjid Dunia Datuk H Said Aldi Al Idrus SE MM berharap Konferensi ASEAN ke-4 bertema "Ummah Terbaik" melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi umat dan generasi Islam di dunia, khususnya rakyat Palestina yang masih berjuang mempertahankan tanah airnya dari tindakan kejam Israel. Harapan itu disampaikan di sela konferensi yang digelar di Hotel Shangri-La, Phnom Penh, Kamboja, Senin hingga Selasa, 5-6 Oktober 2026.
"Kita berdoa setelah konferensi ini, semua program kerja ditujukan untuk kemaslahatan dan kemajuan ummat Islam, termasuk kepada rakyat Palestina," kata Said Aldi, Selasa (6/10).
Tokoh muda dunia asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, itu hadir bersama sejumlah pengurus Pemuda Masjid Dunia. Mereka adalah Wakil Presiden Fadly Amran, Sekretaris Jenderal Bustomi Mochtar, Alwi Muhdar, Ali Smith, Said Syahrul, Haryanto Albar, Agus Harta, Irwansyah, Endru Pastika, Dido Tirto, Chairul Amry, Said Idris, Marlini, dan Liana Fitri. Rombongan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kamboja yang bersedia menjadi tuan rumah konferensi keempat ini.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Menteri Kanan Penjaga Misi Khas Kamboja, Tuan Yang Terutama (YTY) Neak Okhna Datuk Dr Othsman Hassan. Selain Said Aldi, acara ini dihadiri ulama dan cendekiawan dari negara-negara ASEAN serta Kerajaan Arab Saudi.
Dalam sambutannya, Othsman menyebut konferensi ini sebagai wadah bagi ulama dan cendekiawan muslim ASEAN untuk berbagi pengalaman dan menyalurkan ide serta gagasan. Forum ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama antara masyarakat muslim dan pemeluk agama lain di kawasan ASEAN dan sekitarnya.
"Ummah Terbaik bukanlah ummat yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, melainkan bekerjasama bertekad kuat untuk kemaslahatan orang banyak yang berpegang teguh pada akhlak mulia menerapkan pendekatan moderator, menegakkan keadilan, saling menghormati dan memperkuat ilmu pengetahuan maupun pendidikan," kata Othsman.
Othsman juga menekankan bahwa "Ummah Terbaik" perlu melindungi generasi muda Islam dari pengaruh ekstremisme dan penyebaran informasi palsu.
"Dan kepada semua pihak diharapkan bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan dan mempertahankan perdamaian, pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat, negara yang berlandaskan nilai kasih sayang dan kemanusiaan," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Othsman menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kerajaan Kamboja. Ia menyebut pemerintahan di bawah kepemimpinan Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, Presiden Senat sekaligus mantan Perdana Menteri, serta Samdech Moha Borvor Thipadei Hun Manet, Perdana Menteri Kamboja, telah menciptakan dan mempertahankan kebijakan keharmonisan antaretnis dan antaragama di negara tersebut.
Konferensi kali ini membahas berbagai isu, antara lain penguatan pendekatan moderasi dalam beragama, penolakan terhadap ekstremisme dan kekerasan, serta penguatan nilai toleransi, kehidupan bersama secara damai, dan keharmonisan dalam masyarakat.
Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar tiga kali, yakni di Malaysia, Indonesia, dan Thailand.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0