NexAI Kantongi Fasilitas Kredit Rp10,75 Triliun dari BNI untuk Ekspansi Data Center
Jakarta – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (NexAI) memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan total nilai maksimal sekitar Rp10,75 triliun. Fasilitas kredit tersebut diberikan kepada dua anak usaha perseroan, yakni PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC).
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, NAC memperoleh fasilitas pinjaman dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp4,125 triliun. Sementara itu, NGC mendapatkan fasilitas pinjaman dengan nilai maksimal Rp6,629 triliun.
Dengan demikian, total fasilitas pembiayaan yang diperoleh kedua anak usaha NexAI tersebut mencapai sekitar Rp10,75 triliun.
Manajemen NexAI menjelaskan transaksi tersebut memenuhi kriteria Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/2020 karena nilainya melebihi 50% ekuitas perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan per 30 April 2026.
Transaksi tersebut juga dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi berdasarkan POJK Nomor 42/2020. Namun, manajemen menegaskan transaksi tersebut bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan.
Perseroan juga tidak diwajibkan menggunakan penilai independen ataupun memperoleh persetujuan RUPS independen. Hal ini karena fasilitas pinjaman diterima secara langsung oleh NAC dan NGC dari BNI, sedangkan NexAI memberikan jaminan atas pinjaman yang diterima kedua anak usahanya tersebut.
Fasilitas pinjaman untuk NAC akan digunakan antara lain untuk membiayai sebagian biaya pengambilalihan fasilitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Fasilitas tersebut saat ini memiliki kapasitas eksisting sebesar 6 megawatt (MW). Melalui pembiayaan yang diperoleh, kapasitasnya akan ditambah sebesar 36 MW sehingga total kapasitas JababekaDC ditargetkan mencapai 42 MW.
Pembiayaan tersebut juga mencakup sebagian bunga selama masa konstruksi.
Sementara itu, fasilitas pinjaman yang diperoleh NGC akan digunakan untuk membiayai sebagian pembangunan BatangDC yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.
BatangDC dirancang untuk memiliki kapasitas hingga 60 MW.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari langkah NexAI dalam membangun infrastruktur pusat data yang berorientasi pada kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Fasilitas pinjaman NAC memiliki jangka waktu hingga enam tahun sejak tanggal penandatanganan. Perjanjian tersebut dilengkapi opsi perpanjangan sebanyak dua kali, masing-masing selama satu tahun.
Adapun fasilitas pinjaman NGC memiliki tenor hingga tujuh tahun dengan opsi perpanjangan satu kali selama satu tahun.
Kedua fasilitas pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga sebesar Compounded IndONIA 90 hari ditambah 1,9%.
Sebagai bagian dari transaksi, NexAI juga memberikan corporate guarantee kepada BNI selaku agen jaminan. Jaminan tersebut diberikan dalam kapasitas NexAI sebagai perusahaan induk sekaligus pemegang saham pengendali NAC dan NGC.
Selain corporate guarantee, jaminan kredit mencakup hak tanggungan atas tanah dan bangunan, fidusia atas aset bergerak dan piutang, gadai saham pemegang saham minoritas di NAC dan NGC, serta pengalihan bersyarat atas sejumlah kontrak material.
NAC dan NGC juga terikat sejumlah pembatasan berdasarkan perjanjian kredit. Di antaranya pembatasan pemberian jaminan tambahan, penambahan utang baru, pelepasan aset, perubahan pengendalian, penggabungan usaha, serta aksi pengambilalihan, kecuali telah diperbolehkan berdasarkan perjanjian fasilitas.
Manajemen NexAI menyatakan transaksi fasilitas kredit tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan, selain munculnya kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman sesuai ketentuan dalam perjanjian.
Perseroan juga memiliki kewajiban sebagai penanggung apabila terjadi wanprestasi yang memicu klaim atas corporate guarantee yang diberikan.
Transaksi pembiayaan tersebut dilakukan setelah NexAI pada tanggal yang sama mengungkapkan penambahan penyertaan modal kepada kedua anak usahanya.
Perseroan menambah modal masing-masing sebesar Rp49 miliar kepada NAC dan NGC. Dengan demikian, total tambahan penyertaan modal yang diberikan kepada kedua entitas tersebut mencapai Rp98 miliar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi NexAI ke bisnis pusat data berbasis AI yang mulai digarap perseroan sejak awal September 2026.
Dengan dukungan pembiayaan dari BNI serta tambahan modal kepada anak usaha, NexAI tengah memperkuat kapasitas infrastruktur pusat data di dua kawasan industri, yakni Jababeka, Jawa Barat, dan Batang, Jawa Tengah.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0