Prabowo Tinjau Mesin Pengolah Sampah hingga Hadiri Panen Raya Serentak Bersama TNI di Malang

19 Jul 2026 - 02:02
Prabowo Tinjau Mesin Pengolah Sampah hingga Hadiri Panen Raya Serentak Bersama TNI di Malang
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau mesin pengolah sampah di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jumat (17/7/2026). (Kompas/YouTube Sekretariat Presiden)

Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau mesin pengolah sampah sebelum menghadiri panen raya serentak yang digelar bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 15.00 WIB. Setibanya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi salah satu mesin pengolah sekaligus pemusnah sampah MOTAH yang berada di kawasan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Presiden juga mendapatkan penjelasan mengenai cara kerja mesin pengolah sampah tersebut dari seorang prajurit TNI perempuan.

Selain meninjau fasilitas pengolahan sampah, Kepala Negara turut menyapa sejumlah personel TNI dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan secara virtual. Prabowo juga melihat berbagai produk hasil pengolahan sampah, salah satunya paving block yang dibuat dari material daur ulang.

Usai meninjau mesin pengolah sampah, Prabowo melanjutkan agenda menuju lokasi panen raya serentak yang masih berada di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. Kedatangannya disambut dengan pertunjukan tarian tradisional sebelum menyapa jajaran TNI setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meninjau sejumlah alat pertanian serta melihat hasil olahan tebu yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Dukung Program Ketahanan Pangan

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kunjungan Presiden ke Malang merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan TNI.

Menurut Prasetyo, setiap matra TNI memiliki fokus pendampingan sesuai bidang yang telah ditetapkan.

"TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu," ujar Prasetyo.

Ia memaparkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026, TNI Angkatan Darat telah mendampingi budidaya padi di lahan seluas 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras. Capaian tersebut disebut telah berkontribusi terhadap 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut mendampingi budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi mencapai 3.676 ton.

Adapun TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan tebu di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton tebu, yang diperkirakan setara dengan 1,36 juta ton gula atau sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0