Sebelum Meninggal Dunia, Guruh Soekarnoputra Sempat Jalani Terapi Stem Cell

27 Sep 2026 - 03:59
Sebelum Meninggal Dunia, Guruh Soekarnoputra Sempat Jalani Terapi Stem Cell
Guruh Soekarnoputra (Istimewa)

Jakarta - Musisi legendaris Guruh Soekarnoputra meninggal dunia setelah sebelumnya diketahui mengalami sakit selama kurang lebih dua pekan. Putra Presiden pertama RI Soekarno tersebut sempat menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Kabar mengenai kondisi kesehatan Guruh sebelumnya dikonfirmasi oleh politikus sekaligus juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli. Guruh diketahui merupakan salah satu anggota PDIP.

Kondisi kesehatan Guruh kemudian menjadi perhatian keluarga besar partai dan para penggemarnya. Doa untuk kesembuhan juga mengalir setelah kabar mengenai sakit yang dideritanya beredar.

Jauh sebelum kondisi kesehatannya kembali menjadi perhatian, Guruh ternyata sempat menjalani terapi stem cell pada awal 2026.

Terapi tersebut dilakukan bersama Prof. dr. Deby Vinski dan dokter spesialis ortopedi dr. Sunaryo Kusumo di Celltech Stem Cell Centre, RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta.

Saat itu, Guruh mengikuti program knee rejuvenation serta vitality and wellness. Terapi tersebut dijalani karena ia mulai merasakan gangguan pada fungsi lutut yang berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Guruh mengaku mengalami kesulitan ketika hendak berdiri setelah jongkok. Pada awalnya, ia masih dapat menggunakan tangan sebagai tumpuan. Namun, kondisi tersebut semakin mengganggu hingga dirinya membutuhkan bantuan orang lain.

"Buat saya ini mengganggu," ujar Guruh kala itu.

Sebagai seniman yang dikenal aktif dalam dunia musik dan tari, kondisi tersebut tentu berdampak terhadap aktivitasnya. Olahraga dan menari merupakan bagian dari keseharian Guruh sehingga kesehatan fisik menjadi hal penting baginya.

Ingin Tetap Sehat untuk Mengabdi

Guruh mengatakan keputusan menjalani terapi bukan semata-mata untuk memperpanjang usia. Ia ingin mempertahankan kondisi tubuh agar tetap sehat sehingga dapat terus menjalankan aktivitas dan pengabdiannya kepada Indonesia.

"Karena saya ingin umur panjang dalam keadaan selalu muda sehat terus. Saya sudah berkomitmen bahwa sepanjang hidup ini untuk pengabdian terhadap negara dan bangsa Indonesia tercinta," kata Guruh.

Guruh juga menyimpan harapan besar terhadap masa depan Indonesia. Ia ingin menyaksikan Indonesia menjadi negara yang berjaya dan mampu menjadi mercusuar sekaligus teladan bagi negara-negara lain di dunia.

Keinginan tersebut menjadi salah satu alasan Guruh berusaha menjaga kondisi kesehatannya agar dapat terus berkarya sekaligus menyaksikan perkembangan bangsa yang dicintainya.

Namun, beberapa bulan setelah menjalani terapi tersebut, kondisi kesehatan Guruh kembali menjadi sorotan. Ia kemudian menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami sakit selama kurang lebih dua pekan hingga akhirnya meninggal dunia.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0