Media Asing Soroti Mundurnya Perry Warjiyo dari BI, Analis Nilai Pasar Berpotensi Bereaksi Negatif

27 Jul 2026 - 11:36
Media Asing Soroti Mundurnya Perry Warjiyo dari BI, Analis Nilai Pasar Berpotensi Bereaksi Negatif
Foto: Perry Warjiyo saat masih menjadi Gubernur BI, mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian media internasional. Sejumlah media asing, termasuk Financial Times dan Reuters, menilai keputusan tersebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Indonesia.

Financial Times dalam laporannya berjudul "Indonesia Central Bank Chief Resigns" menyoroti pengunduran diri Perry di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia, khususnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Pemerintah Indonesia mengatakan gubernur bank sentral yang telah lama menjabat telah mengundurkan diri, menambah ketidakpastian atas pembuatan kebijakan ekonomi di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini," tulis Financial Times, dikutip Senin (27/7/2026).

Media tersebut juga mengutip pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyebut Perry Warjiyo mengundurkan diri karena alasan pribadi. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti telah ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.

Financial Times mengingatkan bahwa Perry telah memimpin Bank Indonesia sejak 2018 dan tengah menjalani periode jabatan keduanya sebelum memutuskan mundur.

Media asal Inggris itu juga menyoroti kondisi rupiah yang sepanjang tahun ini mengalami tekanan dan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di kelompok negara berkembang. Dalam laporannya disebutkan bahwa Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali sejak Mei sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Reuters Soroti Respons Analis

Sementara itu, kantor berita Reuters memuat berbagai pandangan ekonom internasional mengenai dampak pengunduran diri Perry Warjiyo terhadap pasar keuangan Indonesia.

Dalam laporannya, Reuters menyebut pengunduran diri tersebut merupakan langkah yang mengejutkan dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran investor, terutama terkait kesinambungan kebijakan moneter dan independensi Bank Indonesia.

Ekonom Senior DBS Bank Singapura, Radhika Rao, menilai Perry Warjiyo memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia selama menghadapi berbagai guncangan global.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Perry, Bank Indonesia menerapkan bauran kebijakan yang lebih terintegrasi melalui kombinasi instrumen suku bunga, pengelolaan likuiditas, intervensi di pasar valuta asing, serta koordinasi erat dengan pemerintah.

Strategi tersebut dinilai memberikan fleksibilitas bagi bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, pertumbuhan kredit, serta ketahanan sistem keuangan.

Rao juga berpandangan bahwa penunjukan Deputi Gubernur Senior sebagai pejabat sementara akan membantu menjaga kesinambungan arah kebijakan Bank Indonesia selama masa transisi kepemimpinan.

Sementara itu, analis ASEAN di Aletheia Capital Singapura, Angus Mackintosh, memperkirakan pasar akan memberikan respons negatif terhadap kabar pengunduran diri Perry.

Menurutnya, Perry selama ini dipandang sebagai figur yang kredibel dan mampu menjaga stabilitas kebijakan moneter Indonesia.

Ia menambahkan, respons investor selanjutnya akan sangat bergantung pada sosok yang nantinya ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia secara definitif. Dalam jangka pendek, Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior akan memimpin bank sentral sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

Pengunduran diri Perry Warjiyo sendiri telah dikonfirmasi pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri tersebut, sementara pemerintah tengah memproses pemberhentian secara hormat sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0