Suyudi Resmi Jadi Kapolri, Wayan Optimis Reformasi Internal Polri
Jakarta - Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi secara aklamasi dan keputusan tersebut kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Pergantian kepemimpinan di tubuh Polri tersebut mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat sipil. Salah satunya datang dari aktivis muda Hindu sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2023–2025, I Wayan Darmawan.
Darmawan menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Suyudi. Menurut dia, pengalaman Suyudi di sejumlah posisi strategis dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum yang semakin kompleks.
Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga pernah dipercaya menduduki posisi Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya.
“Tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks seiring pesatnya teknologi dan meningkatnya kejahatan lintas negara. Dengan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki Jenderal Suyudi, kita yakin Polri mampu menghadapi dinamika keamanan (kamtibmas) tersebut dengan pendekatan yang adaptif,” ujar Wayan Darmawan di Jakarta, Senin (1/10).
Menurut Wayan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam gagasan kepemimpinan Suyudi adalah visi “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia menilai pembenahan kualitas dan pola rekrutmen menjadi bagian penting dalam memperkuat institusi kepolisian.
“Penguatan sistem meritokrasi dalam tubuh Polri akan menutup celah bagi praktik-praktik non-prosedural seperti titipan atau transaksi jabatan. Rekrutmen dan pembinaan karier yang transparan berbasis rekam jejak akan melahirkan Bhayangkara-Bhayangkara terbaik,” tuturnya.
Selain persoalan rekrutmen, Wayan menyoroti komitmen Suyudi terhadap pelayanan publik. Ia menilai upaya menghapus fenomena “No Viral, No Justice” menjadi salah satu tantangan penting bagi kepemimpinan baru Polri.
“Pelayanan publik yang humanis dan tanggap tanpa harus menunggu sebuah kasus viral akan menghadirkan rasa aman yang objektif di tengah masyarakat. Slogan 'Polisi Bersama Masyarakat' harus betul-betul diimplementasikan dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh rakyat,” tegas Wayan.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR pada Kamis pagi, Suyudi memang membawa tema “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya. Komisi III kemudian menyetujui pencalonannya secara aklamasi sebelum proses persetujuan dilanjutkan ke rapat paripurna DPR.
Wayan juga memberikan perhatian terhadap rencana perampingan struktur organisasi di tingkat Mabes Polri. Menurut dia, fokus terhadap satuan kerja di tingkat Polres dan Polsek dapat memperkuat pelayanan kepolisian yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Polres dan Polsek adalah ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan warga. Memperkuat lini terdepan ini berarti memperpendek jarak antara negara dan rakyat,” tambahnya.
Wayan mengatakan agenda pembenahan internal Polri juga perlu berjalan seiring dengan agenda nasional. Ia menilai visi yang dibawa Suyudi dapat mendukung implementasi program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, sejumlah pekerjaan rumah langsung menanti kepemimpinan baru Polri. Wayan menyebut penanganan kejahatan siber, pemberantasan judi online, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga peredaran gelap narkoba sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Menurut dia, kompleksitas persoalan tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan koordinasi antarlembaga.
“Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama. Kita semua berharap Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi terus melakukan pembenahan internal yang konsisten, menjaga integritas, serta selalu menempatkan kepentingan dan perlindungan masyarakat sebagai prioritas paling utama,” pungkas Wayan.
Pelantikan Suyudi sebagai Kapolri menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Polri. Presiden Prabowo melantik Suyudi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026, bersamaan dengan pelantikan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri berdasarkan Keppres Nomor 97/POLRI Tahun 2026.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0