Zulkifli Hasan: Pasar Bebas Ubah Orientasi Ekonomi, Ketahanan Pangan Tak Bisa Diserahkan ke Mekanisme Pasar

06 Agu 2026 - 15:38
Zulkifli Hasan: Pasar Bebas Ubah Orientasi Ekonomi, Ketahanan Pangan Tak Bisa Diserahkan ke Mekanisme Pasar
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai penerapan prinsip pasar bebas setelah era reformasi telah mengubah orientasi pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut dikatakan Zulhas dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Selasa (4/8/2026). Sumber: Wartakota

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai penerapan prinsip pasar bebas pascareformasi telah mengubah orientasi pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, mekanisme pasar mendorong masyarakat maupun pelaku usaha memilih komoditas yang memberikan keuntungan paling besar, sehingga berdampak pada menurunnya perhatian terhadap sektor pangan strategis.

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Selasa (4/8/2026).

Menurut Zulkifli, petani pada umumnya akan memilih komoditas yang lebih menguntungkan secara ekonomi. Apabila budidaya padi tidak lagi memberikan keuntungan yang memadai, mereka cenderung beralih ke komoditas perkebunan seperti kelapa sawit.

"Kalau menanam padi tidak untung, ya tanam sawit," ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan, pola pembangunan yang dipengaruhi mekanisme pasar bebas pada masa lalu membuat pemerintah lebih memprioritaskan sektor-sektor yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sementara itu, sektor pangan dinilai belum memperoleh perhatian yang cukup sehingga produksi berbagai komoditas pangan domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu penyebab Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas pangan.

Zulkifli menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan sektor strategis yang tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Menurutnya, negara harus hadir melalui berbagai kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus memberikan insentif agar petani tetap tertarik membudidayakan komoditas pangan.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap upaya memperkuat swasembada pangan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi melalui hasil produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor dapat terus dikurangi.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa," ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu penggerak ekonomi di tingkat desa.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0