Prabowo: Perampingan 250 BUMN Hemat Rp50 Triliun, Target Tersisa 350 Perusahaan hingga Akhir 2026

21 Jul 2026 - 18:00
Prabowo: Perampingan 250 BUMN Hemat Rp50 Triliun, Target Tersisa 350 Perusahaan hingga Akhir 2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/BPMI Sekretariat Presiden.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan langkah perampingan badan usaha milik negara (BUMN) telah menghasilkan penghematan biaya operasional (overhead cost) sebesar Rp50 triliun. Penghematan tersebut diperoleh setelah sebanyak 250 BUMN ditutup, digabungkan (merger), atau dikonsolidasikan hingga akhir Juli 2026.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prabowo menjelaskan, saat awal menjabat sebagai presiden dirinya menerima laporan bahwa jumlah entitas BUMN mencapai 1.077 perusahaan. Jumlah tersebut membengkak akibat banyaknya pembentukan anak perusahaan hingga cucu dan cicit perusahaan.

"Waktu saya jadi Presiden, saya diberi laporan, BUMN itu jumlahnya 1.077. Ada BUMN yang bikin anak perusahaan, dia bikin lagi cucu perusahaan, dia bikin lagi cicit perusahaan," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, Danantara berhasil memangkas jumlah tersebut dalam kurun waktu sekitar 18 bulan. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 250 BUMN telah ditutup, dikonsolidasikan, atau digabungkan sehingga struktur perusahaan pelat merah menjadi lebih ramping.

Penghematan Biaya Operasional

Prabowo mengatakan efisiensi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran negara. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penghematan mencapai Rp50 triliun yang sebelumnya digunakan untuk membiayai operasional perusahaan.

Pengeluaran yang berhasil ditekan meliputi gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, pembayaran listrik, transportasi, hingga berbagai biaya administrasi dan rapat kerja.

"Mereka laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, rapat kerja, Rp50 triliun," kata Prabowo.

Target Maksimal 350 BUMN

Pemerintah tidak berhenti pada tahap tersebut. Presiden menargetkan jumlah BUMN akan terus dipangkas hingga tersisa maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026.

Menurut Prabowo, manajemen Danantara telah menyatakan kesiapannya untuk mencapai target tersebut. Jika target berhasil direalisasikan, pemerintah memperkirakan nilai penghematan anggaran dapat meningkat menjadi sekitar Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.

Langkah konsolidasi ini diharapkan dapat menciptakan struktur BUMN yang lebih efisien, sehat, dan memiliki tata kelola yang lebih baik.

Danantara Disebut Jadi Dana Kedaulatan Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menilai pembentukan Danantara sebagai salah satu pencapaian penting pemerintahannya. Ia menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan (sovereign wealth fund) yang mengelola dan mengonsolidasikan aset-aset negara agar memberikan manfaat jangka panjang.

Prabowo menjelaskan, Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara, yang mencerminkan energi untuk masa depan Indonesia.

Menurutnya, pengelolaan aset negara melalui Danantara akan menjadi cadangan kekuatan ekonomi nasional sekaligus sumber pembiayaan pembangunan bagi generasi mendatang.

"Danantara adalah suatu dana kedaulatan, di mana tabungan-tabungan, kekayaan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasi, di-manage dengan rapi, dan ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu, dan cicit kita," ujar Presiden.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0