FIFA Bantah Isu Match-Fixing di Piala Dunia 2026, Pastikan Tak Ada Indikasi Pengaturan Skor
Jakarta – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menegaskan tidak menemukan bukti adanya praktik pengaturan skor (match-fixing) maupun aktivitas korupsi sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai rumor yang beredar setelah berakhirnya turnamen.
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (24/7/2026), FIFA menyebut seluruh pertandingan telah dipantau secara ketat melalui Integrity Task Force, sebuah satuan tugas yang dibentuk untuk menjaga integritas kompetisi.
"Tidak ada aktivitas mencurigakan yang teridentifikasi. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang kompetisi, Satuan Tugas tidak mengidentifikasi aktivitas taruhan yang mencurigakan atau indikasi manipulasi pertandingan terkait dengan pertandingan apa pun," tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
Rumor Muncul Setelah Final Piala Dunia
Pernyataan FIFA muncul di tengah derasnya spekulasi mengenai dugaan keberpihakan wasit dan pengaturan hasil pertandingan selama Piala Dunia 2026.
Turnamen sendiri ditutup dengan keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026). Gol tunggal Ferran Torres memastikan La Furia Roja mengangkat trofi dunia.
Namun, laga final diwarnai kericuhan setelah peluit panjang berbunyi. Beberapa pemain Argentina, seperti Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala, terlibat perselisihan dengan kubu Spanyol.
FIFA pun membuka investigasi terhadap insiden tersebut untuk mengusut dugaan pelanggaran disiplin yang terjadi seusai pertandingan.
Tuduhan Berawal dari Laga Argentina vs Mesir
Kontroversi sebenarnya telah muncul sejak fase gugur turnamen. Argentina, yang datang sebagai juara bertahan, beberapa kali disebut mendapat keuntungan dari keputusan wasit.
Puncaknya terjadi setelah kemenangan Argentina atas Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Pelatih Mesir Hossam Hassan bersama penyerang Mostafa Ziko secara terbuka menuding turnamen telah diatur demi meloloskan Argentina.
Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina.
Menurut Collina, evaluasi terhadap keputusan wasit merupakan bagian normal dalam sepak bola. Namun, ia menegaskan bahwa tuduhan manipulasi pertandingan tanpa bukti merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena dapat membahayakan keselamatan para wasit.
Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dinilai mencemarkan nama baik tim nasional mereka.
FIFA Lakukan Pemantauan Taruhan Secara Real-Time
Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, FIFA menjelaskan bahwa Integrity Task Force melakukan pemantauan terhadap seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Pemantauan dilakukan melalui analisis pasar taruhan secara real-time dengan melibatkan berbagai organisasi dan pemangku kepentingan internasional yang bergerak di bidang integritas olahraga.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, FIFA memastikan tidak ditemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan maupun indikasi manipulasi hasil pertandingan selama turnamen berlangsung.
Pernyataan resmi ini sekaligus menjadi jawaban FIFA atas berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial dan sejumlah pihak terkait dugaan pengaturan skor sepanjang Piala Dunia 2026.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0