Shin Tae-yong Diskors 10 Tahun oleh KFA, Tetap Bisa Melatih Persija Jakarta
Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Mantan pelatih Timnas Indonesia itu resmi mendapat larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun.
Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah media Korea Selatan, di antaranya Yonhap News TV, News1, dan Channel A. Sanksi dijatuhkan setelah KFA menyelesaikan investigasi terkait dugaan tindakan kasar terhadap pemain saat Shin Tae-yong menangani klub Ulsan HD pada Agustus hingga Oktober 2025.
Kontroversi bermula setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi bek Ulsan HD, Jeong Seung-hyeon, dalam acara perkenalan tim.
Tindakan tersebut memicu sorotan publik Korea Selatan. Di tengah performa Ulsan HD yang terus menurun hingga masuk ke zona degradasi, hubungan Shin Tae-yong dengan sejumlah pemain dikabarkan memburuk akibat metode kepelatihan yang dinilai terlalu keras.
Kondisi itu berujung pada pemecatan Shin Tae-yong hanya sekitar dua bulan setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala Ulsan HD.
Menindaklanjuti laporan tersebut, KFA bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan membuka penyelidikan resmi.
"Baru-baru ini Komite Disiplin menggelar sidang dan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada mantan pelatih Shin Tae-yong. Shin Tae-yong, yang ditunjuk sebagai pelatih Ulsan HD di tengah musim pada Agustus tahun lalu, menjadi sorotan setelah beredarnya video yang memperlihatkan dirinya menampar pipi pemain Jeong Seung-hyeon dalam acara perkenalan dengan para pemain," tulis Yonhap News TV, dikutip Jumat (24/7/2026).
Meski telah mengumumkan keputusan disiplin, KFA tidak mengungkap secara rinci dasar pelanggaran yang dilakukan Shin Tae-yong. Federasi menyatakan bahwa informasi tersebut berkaitan dengan data pribadi sehingga tidak dapat dipublikasikan secara terbuka.
Meski mendapat larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama satu dekade, sanksi tersebut hanya berlaku di bawah yurisdiksi KFA. Dengan demikian, Shin Tae-yong tetap diperbolehkan melatih klub atau tim nasional di luar Korea Selatan.
Hal ini berarti statusnya sebagai pelatih kepala Persija Jakarta tidak terpengaruh. Shin Tae-yong dipastikan tetap memimpin Macan Kemayoran dalam persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Pelatih berusia 56 tahun itu juga dijadwalkan menjalani debut resminya bersama Persija pada ajang Piala Presiden 2026, yang menjadi turnamen pramusim sebelum bergulirnya kompetisi liga.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0