Tokoh Bonek Andie Peci Meninggal Dunia, Kepergiannya Tinggalkan Jejak Besar bagi Perjuangan Persebaya

13 Jul 2026 - 01:57
Tokoh Bonek Andie Peci Meninggal Dunia, Kepergiannya Tinggalkan Jejak Besar bagi Perjuangan Persebaya
Andy Kristiantono atau Andie Peci, meninggal dunia, Jumat (10/7/2026). (INSTAGRAM @andiepeci)

Surabaya - Salah satu tokoh suporter Persebaya Surabaya, Andie Peci, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.25 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya akibat sakit yang dideritanya selama beberapa bulan terakhir.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh salah satu koordinator Bonek, Husein Ghozali atau yang akrab disapa Cak Conk.

"Iya benar (kabar Andie Peci meninggal dunia), sekitar pukul 11.25 WIB lalu," ujar Cak Conk saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Kepergian pria bernama asli Andy Kristiantono itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Persebaya dan Bonek. Andie Peci dikenal sebagai salah satu sosok yang memiliki peran penting dalam perjuangan mengembalikan status Persebaya saat klub berjuluk Bajol Ijo mengalami masa dualisme dan pembekuan pada periode 2010 hingga 2017.

Selama masa sulit tersebut, Andie Peci aktif menggalang kekuatan Bonek untuk memperjuangkan pengakuan Persebaya di bawah naungan PSSI. Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil pada 2017 ketika Persebaya kembali diakui dan dapat berkompetisi di Liga Indonesia.

Menurut Cak Conk, Andie Peci merupakan figur yang memiliki idealisme tinggi dan kemampuan organisasi yang sulit tergantikan.

"Dia sosok yang kuat, idealismenya tinggi dalam memperjuangkan Persebaya sampai kembali diakui. Sulit menandingi kepiawaiannya, mobilitasnya dalam bernegosiasi dan melakukan pergerakan," ungkapnya.

Ungkapan duka juga datang dari Manajer Persebaya, Sidiq Maulana Tualeka atau Alex Tualeka. Ia menyebut Andie Peci sebagai salah satu inspirator utama dalam sejarah perjuangan Bonek.

"Dalam sejarah perjuangan pemulihan status Persebaya Surabaya, Cak Andie Peci memiliki modal sangat lengkap. Dia bukan hanya alat, tapi juga api penyemangat sekaligus inspirasi perjuangan Bonek," kata Alex Tualeka.

Menurutnya, salah satu warisan pemikiran Andie Peci adalah slogan yang mampu menyatukan gerakan Bonek dalam memperjuangkan Persebaya.

"'Bonek yang bertanah air tanpa penindasan, berbangsa yang gandrung keadilan, serta bahasa tanpa kebohongan' yang menjadi sumpah Bonek sepanjang perjuangan adalah salah satu produk pemikirannya untuk menyolidkan massa aksi," ujarnya.

Alex juga mengingat filosofi yang selalu dipegang teguh oleh Andie Peci, yakni bahwa perlawanan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang harus diperjuangkan.

"Perlawanan adalah kata kerja. Harus dikerjakan dan diperjuangkan, karena kemenangan bukan hadiah yang turun dari langit," tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Alex menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh bagi sahabat seperjuangannya tersebut.

"Bahagia di tribun barumu, bersama para pejuang lain, Cak Jhoner yang sudah mendahului, begitu juga Marsinah yang menginspirasi Cak Andie dalam perjuangan buruh selama ini," pungkasnya.

Tak hanya dikenal sebagai penggerak Bonek dan pejuang Persebaya, Andie Peci juga aktif menyuarakan berbagai isu dalam sepak bola nasional. Salah satunya adalah dorongannya agar tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang pada 2022 diusut secara tuntas sebagai bentuk perjuangan untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih aman dan berkeadilan.

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0