Perarakan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara Meriahkan Festival Golo Koe 2026, Pesan Persaudaraan Menggema di Labuan Bajo

13 Jul 2026 - 02:16
Perarakan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara Meriahkan Festival Golo Koe 2026, Pesan Persaudaraan Menggema di Labuan Bajo
Festival Golo Koe di Labuan Bajo(DOKUMENTASI KOMSOS KEUSKUPAN LABUAN BAJO)

Labuan Bajo - Prosesi Perarakan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara sebagai bagian dari rangkaian Festival Golo Koe 2026 resmi dimulai pada Jumat (10/7/2026) dari Paroki St. Yosef Lengkong Cepang, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjalanan arca suci ini tidak hanya menjadi agenda rohani umat Katolik, tetapi juga menghadirkan semangat persaudaraan lintas agama yang menjadi ciri khas masyarakat Labuan Bajo.

Prosesi dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, yang mengajak seluruh umat menjadikan perjalanan bersama Bunda Maria sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, saling mengasihi, dan merawat kehidupan bersama.

"Melalui prosesi tersebut semua umat berdoa untuk keluarga, generasi muda, dan anak-anak sekolah di Nangalili," ujar Uskup Maksimus.

Disambut Hangat Umat Katolik dan Muslim

Rombongan yang membawa Arca Bunda Maria Assumpta bertolak dari Pastoran Paroki St. Familia Wae Nakeng menuju Kampung Nangalili, Desa Nangalili. Di lokasi tersebut, rombongan mendapat sambutan hangat dari umat Katolik maupun masyarakat Muslim.

Penerimaan bernuansa toleransi itu dikoordinasikan oleh pemerintah desa setempat. Bahkan, tokoh Islam turut mendampingi rombongan menuju titik penyambutan sebagai simbol keharmonisan antarumat beragama di Manggarai Barat.

Dalam sambutannya, Uskup Maksimus berharap perjumpaan tersebut semakin memperkuat tali persaudaraan dan silaturahmi di tengah masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Diiringi Doa Rosario dan Lagu-Lagu Maria

Setelah prosesi penyambutan di Kampung Nangalili, Arca Bunda Maria kemudian diarak menuju Gereja Paroki St. Yosef Lengkong Cepang.

Sepanjang perjalanan, umat melantunkan doa Rosario serta lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria. Warga juga tampak berdiri di sepanjang jalan untuk menyambut rombongan sambil berdoa. Dari atas kendaraan yang mengangkut arca, umat menerima percikan air berkat sebagai bagian dari rangkaian prosesi.

Sekitar pukul 10.00 WITA, arca tiba di Gereja Paroki Lengkong Cepang dan disambut penuh sukacita melalui tarian tradisional yang dipadukan dengan tabuhan gendang dan gong khas Manggarai.

Arca kemudian ditahtakan di dalam gereja sebelum dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Maksimus. Sekitar 300 umat mengikuti misa tersebut.

Menghidupkan Makna Kunjungan Maria kepada Elisabeth

Dalam homilinya, Uskup Maksimus menjelaskan bahwa prosesi Perarakan Arca Bunda Maria Assumpta memiliki makna yang sejalan dengan kisah kunjungan Maria kepada Elisabeth dalam tradisi Kristiani.

"Oleh karena itu, kita berjalan bersama Bunda Maria selama prosesi ini. Kita lakukan sungguh-sungguh. Kita bawa doa, harapan, dan kerinduan hati kita kepada Bunda Maria," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perjalanan tersebut menjadi simbol kebersamaan seluruh masyarakat untuk membangun kehidupan yang harmonis.

"Semua berjalan bersama sebagai satu keluarga, dipanggil untuk merawat kehidupan penuh persaudaraan, saling mendukung, saling mengasihi, dan saling memaafkan," ujar Uskup Maksimus.

Menjadi Daya Tarik Festival Golo Koe 2026

Perarakan Arca Bunda Maria Assumpta menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Golo Koe 2026, sebuah perhelatan budaya dan religi yang turut memperkaya daya tarik wisata Labuan Bajo.

Rencananya, arca akan melanjutkan perjalanan menuju Paroki Reweng pada Sabtu (11/7/2026), sebelum diarak dari satu paroki ke paroki lainnya di wilayah Keuskupan Labuan Bajo hingga berakhir di Gereja Katedral Labuan Bajo.

Selanjutnya, Arca Bunda Maria juga akan dibawa menuju arena Festival Golo Koe di Waterfront City dan diteruskan ke Goa Golo Koe, yang menjadi salah satu ikon wisata religi di Labuan Bajo.

Melalui perpaduan unsur spiritual, budaya lokal, dan semangat toleransi antarumat beragama, Festival Golo Koe 2026 kembali menegaskan posisi Labuan Bajo bukan hanya sebagai destinasi wisata alam kelas dunia, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Flores.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0