Tren "Coolcation" Meningkat, Wisatawan Beralih ke Destinasi Eropa yang Lebih Sejuk

18 Jul 2026 - 08:23
Tren "Coolcation" Meningkat, Wisatawan Beralih ke Destinasi Eropa yang Lebih Sejuk
Ilustrasi. (Foto: Smudgedpostcard)

Jakarta - Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa mulai mengubah pola perjalanan wisatawan. Kondisi cuaca yang semakin panas mendorong sebagian pelancong memilih destinasi dengan suhu yang lebih sejuk atau menggeser waktu liburan ke musim peralihan.

Berdasarkan laporan European Travel Commission (ETC) yang dikutip dari Yenisafak melalui Kompas.com, tren tersebut dikenal dengan istilah coolcation, yaitu konsep berlibur ke wilayah beriklim lebih dingin untuk menghindari suhu ekstrem saat musim panas.

Negara-negara di kawasan Eropa Utara seperti Norwegia dan Islandia kini semakin diminati wisatawan karena menawarkan temperatur yang lebih nyaman dibandingkan sejumlah destinasi di Eropa Selatan yang kerap dilanda gelombang panas.

Meski demikian, ETC mencatat bahwa destinasi populer di kawasan Mediterania masih tetap menjadi pilihan utama bagi banyak wisatawan. Hanya saja, pola kunjungan mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Selain memengaruhi kenyamanan selama perjalanan, suhu panas yang tinggi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi para pelancong. Peneliti senior dari University of East London, Mehri Khosravi, mengatakan wisatawan merupakan kelompok yang cukup rentan terdampak karena umumnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk beraktivitas di luar ruangan.

"Wisatawan sering kali tidak mengetahui lokasi tempat berteduh, ruang pendingin, maupun akses layanan kesehatan di destinasi yang mereka kunjungi," ujar Khosravi.

Perubahan iklim yang memicu suhu lebih tinggi pada musim panas juga berdampak terhadap waktu keberangkatan wisatawan. General Manager Intrepid Travel wilayah Eropa Barat, Florencia Allo Moreno, mengungkapkan adanya perubahan tren pemesanan perjalanan ke sejumlah destinasi favorit seperti Italia dan Yunani.

Menurutnya, semakin banyak wisatawan memilih berlibur pada periode April-Mei atau September-Oktober, yang dikenal sebagai shoulder season. Pada periode tersebut, kondisi cuaca dinilai lebih bersahabat dibandingkan puncak musim panas sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.

Fenomena coolcation menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi preferensi wisatawan dalam menentukan destinasi maupun waktu berlibur. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang apabila gelombang panas ekstrem di kawasan Eropa semakin sering terjadi.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0