SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Hentikan Keikutsertaan di Program MBG Sementara, Buka Peluang Bergabung Kembali

17 Jul 2026 - 12:25
SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Hentikan Keikutsertaan di Program MBG Sementara, Buka Peluang Bergabung Kembali
Kepala Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 1 Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, di ruangannya setelah memberi keterangan terkait penghentian sebagai penerima manfaat program MBG, Senin (13/07/2026).((KOMPAS.com/SLAMET WIDODO))

Trenggalek – SD Muhammadiyah 1 Trenggalek memutuskan untuk tidak mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ajaran 2026/2027. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali apabila terdapat perbaikan dalam pelaksanaan program.

Pihak sekolah menyatakan bahwa penghentian keikutsertaan hanya berlaku untuk tahun ajaran 2026/2027. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek pelaksanaan program, termasuk dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Meski tidak lagi berpartisipasi pada tahun ajaran mendatang, sekolah tidak menutup kemungkinan untuk kembali bergabung dalam Program MBG apabila pemerintah melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap mekanisme pelaksanaannya.

"Untuk ke depan tentu akan kami evaluasi kembali apabila memang ada perbaikan," ujar pihak sekolah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak menolak Program MBG secara keseluruhan, melainkan menginginkan adanya perbaikan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan tidak mengganggu aktivitas pembelajaran.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah. Dalam implementasinya, sejumlah sekolah di berbagai daerah memberikan masukan terkait aspek teknis pelaksanaan agar program dapat berjalan lebih optimal.

Keputusan SD Muhammadiyah 1 Trenggalek mencerminkan pentingnya evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kebijakan publik. Masukan dari sekolah sebagai pelaksana di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyempurnakan Program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh peserta didik tanpa mengurangi efektivitas proses belajar mengajar.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0