Kolaborasi BAZNAS dan Swasta Bangun Kembali Harapan Korban Kebakaran di Pela Mampang

22 Jul 2026 - 21:15
Kolaborasi BAZNAS dan Swasta Bangun Kembali Harapan Korban Kebakaran di Pela Mampang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya dalam Program Bedah Rumah di kawasan bekas kebakaran Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). (Foto: Jakartavibes)

Jakarta - Wajah permukiman di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan, kini berubah. Kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran mulai kembali tertata setelah 16 rumah milik warga selesai direhabilitasi melalui Program Bedah Rumah hasil kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya.

Program ini tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak huni, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan bagi puluhan warga yang sempat kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pemulihan kawasan pascakebakaran membutuhkan kerja sama banyak pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

"Program Bedah Kawasan di Pela Mampang merupakan wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga terdampak kebakaran. Sebanyak 16 rumah milik 22 kepala keluarga atau 67 jiwa direhabilitasi melalui sinergi antara BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya," ujar Pramono, Selasa (21/7/2026).

Total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai Rp960,3 juta. Dari jumlah itu, PT Malahayati Nusantara Raya berkontribusi sebesar Rp600 juta, sedangkan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta mengalokasikan dana sebesar Rp360,3 juta.

Pramono mengapresiasi hasil pembangunan yang dinilai memiliki kualitas baik. Ia berharap model kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas untuk membantu lebih banyak warga yang membutuhkan.

"Tadi kita semua sudah melihat hasilnya. Menurut saya, kualitas pembangunannya sangat baik. Sebagai pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik ini," katanya.

Upaya renovasi rumah sebenarnya telah menjadi salah satu program berkelanjutan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta. Sepanjang periode 2019 hingga 2025, sebanyak 3.509 unit rumah telah direnovasi, termasuk 445 unit yang dikerjakan sepanjang 2025.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan renovasi 633 rumah melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari BUMD, BUMN, hingga perusahaan swasta.

Bagi warga, perubahan yang dirasakan bukan hanya soal rumah yang kini berdiri lebih kokoh. Lingkungan sekitar juga mengalami pembenahan, mulai dari jalan lingkungan, saluran air, hingga pencahayaan yang membuat kawasan menjadi lebih nyaman.

Prima (54), salah seorang penerima manfaat, mengaku bersyukur dapat kembali menempati rumah yang telah direnovasi.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan bantuan bedah rumah kepada kami. Hasilnya sangat bagus. Rumah kami kini bersih dan, insya Allah, menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga," ujarnya.

Ia mengatakan kondisi lingkungan kini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Jalan yang dulu tidak rata dan berdebu kini lebih baik, saluran air lebih tertata, sementara pencahayaan membuat rumah mendapat sinar matahari yang cukup.

"Perubahannya sangat terasa. Dulu jalan di lingkungan kami belum beraspal, masih berupa ubin yang tidak rata sehingga sering berdebu. Saluran air juga kini telah ditata dengan rapi. Selain itu, pencahayaan lingkungan menjadi jauh lebih baik. Sekarang rumah kami mendapat cahaya matahari yang cukup sehingga terasa lebih sehat dan nyaman," tuturnya.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0