Diduga Narkoba dan Puluhan VCD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Pondok Pinang, Polisi Dalami Asal-usul Barang Bukti
Jakarta – Polisi terus mendalami temuan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan lanjutan, ditemukan barang yang diduga narkotika, puluhan VCD porno, serta tambahan senjata dan perlengkapan militer di ruangan yang sebelumnya menjadi lokasi penemuan ratusan senjata.
Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, mengatakan pihaknya menemukan dua linting yang diduga ganja, satu bungkus plastik berisi serbuk yang diduga sabu, serta sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.
"Temuan narkoba dua linting narkotika jenis ganja, satu bungkus plastik diduga berisi sabu, satu buah bong botol plastik, satu buah cangklong kaca, dua buah korek api gas, dua buah bong kaca dan satu boks CD video porno sekitar 30 CD," ujar Hermawanto, Kamis (6/8/2026).
Seluruh barang tersebut telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan jenis zat yang ditemukan.
Ditemukan Tambahan Senjata dan Amunisi
Selain barang yang diduga narkotika dan VCD porno, yayasan juga menemukan sejumlah senjata dan perlengkapannya saat kembali membuka ruangan yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi.
Barang-barang tersebut meliputi empat senjata laras panjang, dua senjata laras pendek, peredam suara, tujuh magasin, serta amunisi berbagai kaliber. Petugas juga menemukan sejumlah airsoft gun yang menyerupai senjata FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, alat kejut listrik, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan peluru.
Temuan tersebut menambah daftar barang yang sebelumnya ditemukan di ruangan yang sama. Sekitar sebulan lalu, pihak yayasan mengaku menemukan 995 senjata berbagai jenis ketika membongkar isi ruangan tersebut.
Polisi saat itu menyatakan barang-barang tersebut terdiri atas senjata api dan air gun. Namun, hingga kini penyidik belum mengumumkan berapa jumlah senjata api yang masih aktif maupun legalitas kepemilikannya. Seluruh senjata telah diamankan dan dititipkan di bagian Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.
Ruangan Dikaitkan dengan Mantan Pengurus Yayasan
Menurut pihak yayasan, ruangan tempat ditemukannya berbagai barang tersebut sebelumnya digunakan oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan dari jabatannya.
Yayasan menyebut ruangan itu selama ini tetap terkunci karena kuncinya dibawa oleh IWD atau orang yang bekerja dengannya. Saat ini, perselisihan terkait pemberhentian pengurus tersebut masih bergulir dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Selain ruangan yang telah diperiksa, yayasan mengaku masih terdapat beberapa ruangan lain yang belum dapat dibuka karena terkunci rapat. Salah satunya disebut menyerupai bunker yang berada di bawah bangunan sekolah.
Yayasan meminta kepolisian mendampingi proses pembukaan ruangan tersebut guna memastikan tidak terdapat barang berbahaya lainnya sekaligus menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
Polisi Masih Selidiki Kepemilikan Barang
Polres Metro Jakarta Selatan telah membuat laporan polisi Model A sebagai tindak lanjut atas penemuan tersebut. Hingga kini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidik masih mendalami asal-usul seluruh barang bukti, termasuk kepemilikan senjata, legalitasnya, serta kemungkinan keterkaitan antara senjata, barang yang diduga narkotika, dan mantan pengurus yayasan.
Keberadaan barang-barang tersebut menjadi perhatian serius karena ditemukan di lingkungan sekolah yang digunakan oleh siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Pihak yayasan menilai keberadaan senjata, amunisi, serta barang-barang terlarang di area sekolah berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik apabila dapat diakses atau disalahgunakan. Meski demikian, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dilaporkan tetap berlangsung dan belum terdampak oleh proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0