Mural Tritura Mahasiswa Trisakti Dihapus, Tulisan "Mural Bukan Kriminal" Muncul di Lokasi

05 Agu 2026 - 23:54
Mural Tritura Mahasiswa Trisakti Dihapus, Tulisan "Mural Bukan Kriminal" Muncul di Lokasi
Mural Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang dibuat mahasiswa Trisakti dihapus. Kini ditimpa tulisan mural bukan kriminal.(KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan)

Jakarta – Mural bertema Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang dibuat mahasiswa Universitas Trisakti di tembok depan Kampus Trisakti, Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, dihapus oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (3/8/2026), tembok yang sebelumnya menjadi media mural tersebut telah dicat ulang menggunakan warna hitam. Namun, tidak lama kemudian, muncul kembali tulisan bertuliskan "Mural Bukan Kriminal" di atas cat hitam tersebut.

Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, mengatakan pihak mahasiswa telah menerima informasi mengenai upaya klarifikasi yang dilakukan pihak kecamatan dan kelurahan terkait penghapusan mural tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya mengaku belum memperoleh penjelasan yang pasti mengenai alasan di balik penghapusan karya seni tersebut.

"Sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti kenapa dihapus dan lain sebagainya. Tidak ada jawaban konkret yang kami harapkan," ujar Arief saat ditemui di halaman Kampus Trisakti, Senin (3/8/2026).

Menurut Arief, mural tersebut dibuat sebagai bentuk penyampaian aspirasi melalui media seni. Ia menegaskan bahwa penyampaian kritik dan tuntutan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui karya seni yang memiliki pesan sosial.

"Ini bagian dari bentuk perlawanan. Kami tidak bisa mengklasifikasikan bahwa perlawanan itu hanya sebatas aksi dan demonstrasi. Ada bentuk perlawanan lain melalui seni," katanya.

Arief mengungkapkan, mural tersebut dihapus kurang dari 24 jam setelah selesai dibuat. Berdasarkan keterangannya, mural itu dihapus pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mural tersebut membawa pesan mengenai tiga tuntutan utama mahasiswa yang sebelumnya telah disuarakan dalam aksi di depan Gedung DPR.

Ketiga tuntutan tersebut meliputi pemulihan kondisi ekonomi dan politik, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil.

"Itu tiga poin penting yang hari ini menjadi pesan bahwa masyarakat harus tahu, ada tiga poin permasalahan di negara ini yang harus sama-sama kita selesaikan," ujar Arief.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0