Bakom Respons Survei SMRC, Qodari: Pemerintah Terus Evaluasi dan Jadikan Opini Publik sebagai Masukan

01 Agu 2026 - 10:56
Bakom Respons Survei SMRC, Qodari: Pemerintah Terus Evaluasi dan Jadikan Opini Publik sebagai Masukan
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Selasa (28/7/2026).(KOMPAS.com/ANDHI DWI)

Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari menegaskan pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan, termasuk menjadikan hasil survei opini publik sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51 persen.

"Ya tentu saja kita terus melakukan evaluasi. Dan memang itu yang dilakukan oleh Bapak Presiden. Nah tetapi evaluasi itu kan ada berbagai macam. Pertama evaluasi tata kelola. Yang kedua evaluasi hukum. Yang ketiga evaluasi opini publik," ujar Qodari dalam siaran pers Bakom, Jumat (31/7/2026).

Qodari mengatakan pemerintah menghormati seluruh hasil survei yang dilakukan lembaga independen sebagai bagian dari mekanisme demokrasi. Menurutnya, opini publik merupakan masukan yang penting bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan.

"Dalam alam demokrasi, survei opini publik itu merupakan masukan yang penting. Dan kami tidak pernah mengatakan bahwa publik tidak berhak untuk menilai. Sangat berhak. Apalagi saya yang bertahun-tahun ada di dunia itu," katanya.

Meski demikian, mantan Direktur Eksekutif Indo Barometer itu menilai hasil survei akan lebih bermanfaat apabila mampu menjelaskan secara lebih rinci faktor-faktor yang memengaruhi perubahan persepsi masyarakat.

Menurut Qodari, variabel yang digunakan dalam survei masih bersifat umum sehingga belum sepenuhnya memberikan gambaran mengenai penyebab turunnya tingkat kepuasan publik.

Ia mencontohkan, pada aspek ekonomi, survei sebaiknya mengukur secara terpisah persepsi masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok, kondisi lapangan kerja, nilai tukar rupiah, hingga penilaian terhadap berbagai program pemerintah. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan masyarakat.

"Kalau risetnya lebih mendetail, sehingga kemudian lebih bermanfaat, lebih jelas argumentasinya. Dan saya kira itu bukan hanya penting bagi kami, pemerintah, untuk bisa memperbaiki, untuk melakukan koreksi-koreksi, tetapi juga bagi masyarakat untuk juga lebih memahami. Makin detail kan makin bagus," tuturnya.

Qodari menegaskan dirinya tidak membantah hasil survei SMRC. Sebaliknya, ia berharap penelitian serupa di masa mendatang dapat disusun dengan indikator yang lebih spesifik sehingga mampu menunjukkan aspek-aspek yang dinilai positif maupun negatif oleh masyarakat beserta tingkat korelasinya terhadap kepuasan publik.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0