Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Penyakit Jantung

22 Jul 2026 - 09:44
Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Penyakit Jantung
Nanik S Deyang (Foto dok: BGN)

Jakarta - Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil untuk menjalani pengobatan penyakit jantung. Informasi itu disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun Instagram pada Rabu (22/7/2026).

Dirgayuza mengatakan Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum memutuskan mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala BGN. Menurutnya, pengunduran diri tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang mengharuskan Nanik menjalani perawatan.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Dirgayuza Setiawan melalui akun Instagramnya, Rabu (22/7).

Dalam unggahan yang sama, Dirgayuza juga menyampaikan kesannya terhadap sosok Nanik. Ia mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014 dan menilai kepedulian terhadap masyarakat kecil menjadi karakter yang selalu melekat pada diri mantan Kepala BGN tersebut.

Menurut Dirgayuza, selama lebih dari satu dekade mengenal Nanik, terdapat satu sikap yang tidak pernah berubah, yakni kepekaannya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujarnya.

Selain menyoroti kepedulian sosial Nanik, Dirgayuza juga mengingat sejumlah inisiatif yang pernah dilakukan mantan Kepala BGN tersebut. Salah satunya adalah ketika Nanik menyampaikan persoalan yang dialami Wilfrida Soik kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Dirgayuza, langkah tersebut kemudian berlanjut dengan upaya pembelaan terhadap Wilfrida Soik yang saat itu menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia.

"Bu Nanik pula yang mengungkap kasus BMI Wilfrida Soik kepada Presiden Prabowo Subianto hingga kemudian Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia," ungkapnya.

Ia juga menyebut Nanik pernah mengusulkan program becak listrik yang ditujukan bagi para pengayuh becak lanjut usia. Program tersebut, menurut Dirgayuza, merupakan salah satu bentuk perhatian Nanik terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

"Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," imbuhnya.

Hingga informasi mengenai pengunduran diri tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai siapa yang akan mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri.

Pengumuman yang disampaikan Dirgayuza menegaskan bahwa keputusan Nanik meninggalkan jabatannya dilatarbelakangi oleh kebutuhan menjalani pengobatan penyakit jantung. Di sisi lain, Dirgayuza turut memberikan apresiasi atas kiprah Nanik selama mengenalnya, terutama terkait kepeduliannya terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional setelah sebelumnya berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus menjalani proses pengobatan.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0