Prabowo Buka Muktamar NU, IPR Nilai Simbol Kedekatan Ulama
Jakarta - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, dinilai menjadi simbol kuat kedekatan Presiden dengan kalangan ulama, kiai, santri, dan pesantren. Kehadiran tersebut juga dinilai menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran pesantren dan ulama dalam kehidupan kebangsaan.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengatakan kehadiran Prabowo dalam forum besar NU bukan sekadar agenda kenegaraan. Menurutnya, momentum tersebut mencerminkan penghormatan Presiden terhadap dunia pesantren serta kontribusi ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa beliau dekat dengan kiai, ulama, santri dan pesantren. Kehadiran beliau di Muktamar NU di Jombang adalah bentuk penghormatan kepada salah satu kekuatan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia,” kata Iwan, Jum'at (28/8).
Iwan menilai hubungan yang baik antara pemerintah dengan ulama dan pesantren memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat persatuan nasional. Menurutnya, pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran dalam sejarah perjuangan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembentukan karakter bangsa.
“Pesantren adalah bagian dari DNA kebangsaan Indonesia. Karena itu, kedekatan Presiden dengan ulama dan pesantren harus dilihat sebagai modal sosial yang sangat penting bagi pemerintahan Prabowo dalam membangun Indonesia,” ujarnya.
Dia juga menilai Nahdlatul Ulama memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Dengan jaringan ulama, pesantren, dan santri yang luas, NU dinilai dapat berperan dalam menjaga moderasi beragama, toleransi, dan persatuan sekaligus mencegah berkembangnya polarisasi di tengah masyarakat.
“Presiden membutuhkan dukungan moral dan masukan dari para ulama. Sebaliknya, pemerintah juga perlu memastikan pesantren dan kalangan santri mendapatkan ruang yang semakin besar dalam pembangunan nasional,” kata Iwan.
Menurut Iwan, kedekatan pemerintah dengan kalangan pesantren perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan nasional. Pesantren dan kalangan santri, kata dia, dapat memiliki ruang yang lebih besar dalam berbagai agenda pembangunan.
Dia berharap Muktamar NU tidak berhenti sebagai forum konsolidasi internal organisasi. Iwan berharap forum tersebut juga menghasilkan gagasan strategis yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Sejumlah bidang yang dinilai penting antara lain pendidikan, ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, serta penguatan sumber daya manusia.
“Pesan pentingnya adalah pemerintah, ulama, kiai, santri dan pesantren harus berjalan bersama. Kedekatan Presiden Prabowo dengan kalangan pesantren merupakan energi positif untuk memperkuat ukhuwah, persatuan, dan stabilitas nasional,” pungkas Iwan.
Dengan demikian, IPR memandang kehadiran Prabowo dalam Muktamar NU di Jombang memiliki makna lebih dari sekadar agenda kenegaraan. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, kiai, santri, dan pesantren dalam kehidupan kebangsaan.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0