IPR Ingatkan Perdamaian Aceh Dijaga Dalam Peringatan Kemerdekaan
Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga peringatan 21 tahun perdamaian Aceh agar berlangsung damai, tertib, dan tetap mengedepankan semangat persatuan. Ia meminta momentum tersebut tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat, memicu konflik, atau mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Iwan, perdamaian Aceh merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dipelihara bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat dinilai perlu menjaga suasana tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak maupun narasi yang berpotensi memecah belah.
“Jangan mau dipecah belah dan jangan mau dimanfaatkan oleh oknum atau pihak tertentu yang ingin Indonesia disintegrasi dan rusuh. Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama,” ujar Iwan Setiawan, Senin (17/8].
Iwan mengatakan perbedaan pandangan dan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui dialog, komunikasi, serta mekanisme konstitusional dan demokratis.
Menurutnya, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh juga dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama mengenai pentingnya stabilitas dan perdamaian dalam pembangunan daerah. Kondisi yang damai dinilai menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Iwan turut menyoroti waktu peringatan perdamaian Aceh yang berdekatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kedua momentum tersebut semestinya dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk mengarahkan energi pada berbagai kegiatan produktif dan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan pada konflik maupun kerusuhan.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang produktif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Jangan sampai energi bangsa habis untuk konflik dan kerusuhan,” tegasnya.
Iwan berharap pemerintah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat Aceh mengambil peran dalam menjaga perdamaian. Menurutnya, seluruh pihak perlu berhati-hati terhadap informasi maupun narasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Ia menilai peringatan perdamaian tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan.
“Mari rawat perdamaian Aceh, jaga persatuan Indonesia, dan pastikan momentum bersejarah ini menjadi energi untuk membangun Aceh yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Iwan.
Dengan demikian, Iwan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum menjaga stabilitas, memperkuat persatuan, dan mengarahkan pembangunan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0