Bamsoet Dorong FKPPI Perkuat Persatuan Bangsa dan Transformasi Organisasi Nasional Modern

20 Jul 2026 - 22:20
Bamsoet Dorong FKPPI Perkuat Persatuan Bangsa dan Transformasi Organisasi Nasional Modern
Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI. (Foto dok: Istimewa)

Jakarta - Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) didorong untuk mengambil peran yang lebih strategis sebagai kekuatan masyarakat sipil dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendukung pembangunan nasional. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), saat rapat persiapan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) FKPPI yang digelar secara daring di Jakarta, Senin (20/7).

Dalam arahannya, Bamsoet menilai FKPPI perlu bertransformasi menjadi organisasi modern yang tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, organisasi harus mampu menjawab tantangan yang muncul akibat meningkatnya persaingan geopolitik, percepatan transformasi digital, ancaman infiltrasi ideologi, hingga dinamika ekonomi global.

"FKPPI lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa. Karena itu, tugas FKPPI hari ini adalah memastikan semangat persatuan, disiplin, pengabdian, dan bela negara tetap hidup dalam setiap denyut pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan organisasi yang mampu menjadi jembatan antara negara dan rakyat sekaligus menjaga agar semangat kebangsaan terus menyala di tengah berbagai tantangan zaman," ujar Bamsoet.

Rapat persiapan Rapimnas tersebut juga dihadiri jajaran Pengurus Pusat FKPPI, di antaranya Dewan Pakar I Dewa Putu Rai, Sekretaris Jenderal Anna R. Legawatie, Wakil Ketua Umum Dudhie Makmun Murod dan Didiet Haryadi, serta Hendri Dwiwantara, Norman Soni Sontani, Suryo Susilo, Ian Montratama, dan M. Shalahuddin.

Bamsoet yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 menjelaskan bahwa FKPPI memiliki modal sosial yang besar. Hal itu ditopang oleh jaringan organisasi yang menjangkau hingga tingkat desa, hubungan historis dengan TNI dan Polri, serta kader yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Menurutnya, modal tersebut harus dioptimalkan untuk memperkuat pembangunan karakter bangsa, ketahanan wilayah, pengembangan ekonomi lokal, dukungan terhadap ketahanan pangan, peningkatan literasi digital, mitigasi bencana, hingga menghadapi penyebaran hoaks dan paham yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan nasional.

"FKPPI harus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang melahirkan kader berintegritas, berkarakter, menguasai teknologi, mampu membangun ekonomi rakyat, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa. Organisasi ini harus selalu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat," kata Bamsoet.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi organisasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurut Bamsoet, digitalisasi organisasi, pembangunan basis data anggota secara nasional berbasis teknologi, penguatan komunikasi publik, pemanfaatan media sosial, pendidikan kader yang modern, serta tata kelola organisasi yang profesional menjadi fondasi penting bagi FKPPI.

Bamsoet menilai generasi muda kini hidup dalam ruang digital yang berkembang sangat cepat. Oleh karena itu, narasi kebangsaan juga harus disampaikan melalui pendekatan yang lebih adaptif, kreatif, dan mudah diterima masyarakat.

"Era digital menuntut FKPPI mampu memimpin opini publik yang sehat, membangun literasi digital, melawan hoaks, memperkuat semangat bela negara, dan mengoptimalkan teknologi sebagai instrumen memperkuat persatuan bangsa. Penguasaan ruang digital merupakan bagian penting dari pertahanan nasional masa depan," urai Bamsoet.

Selain transformasi digital, Bamsoet juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kader sebagai bagian dari upaya menjaga kemandirian organisasi. Menurutnya, di tengah agenda hilirisasi industri, pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan, energi baru terbarukan, serta peningkatan inovasi nasional, kader FKPPI di berbagai daerah perlu mengambil peran sebagai pelaku pembangunan.

Ia menyebut kader organisasi dapat berkontribusi melalui pengembangan potensi ekonomi lokal, penguatan UMKM, dukungan terhadap ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai akan memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Menutup arahannya, Bamsoet berharap FKPPI terus melahirkan kader yang memiliki integritas, profesionalisme, kemampuan kepemimpinan, dan daya adaptasi terhadap perubahan.

"FKPPI harus hadir sebagai organisasi yang melahirkan kader bangsa, kader organisasi, sekaligus kader bela negara yang memiliki integritas, profesionalisme, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian FKPPI mampu menjadi kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial yang terus menjaga persatuan Indonesia," pungkas Bamsoet.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0