Danantara Siapkan Solusi Utang KCJB Whoosh, Dony Oskaria: Keputusan Final Segera Diumumkan

02 Agu 2026 - 11:17
Danantara Siapkan Solusi Utang KCJB Whoosh, Dony Oskaria: Keputusan Final Segera Diumumkan
Kereta cepat Whoosh (kcic.co.id)

Jakarta – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan solusi untuk menyelesaikan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh yang selama ini membebani PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Keputusan final mengenai skema penyelesaiannya disebut akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.

Dony mengatakan penyelesaian utang KCIC menjadi bagian dari agenda pembenahan badan usaha milik negara (BUMN) yang saat ini tengah dijalankan pemerintah melalui Danantara.

"Ini juga termasuk. Ya ini saya yang menyelesaikannya. Jadi kita berupaya menyelesaikannya sudah ada keputusan tentunya," ujar Dony di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, proses penyelesaian kini telah memasuki tahap akhir sehingga pengumuman resmi tinggal menunggu waktu.

"Tinggal, mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini akan segera beres. Sabar, kita selesaikan satu-satu," katanya.

Dony mengungkapkan salah satu skema yang sedang disiapkan adalah pemerintah mengambil alih aset prasarana KCIC melalui mekanisme hibah. Meski demikian, ia menegaskan proses tersebut masih mengikuti tahapan pembenahan BUMN secara menyeluruh.

"Insya Allah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian, akan dihibahkan. Nah karena itu, maksud saya itu satu-satu. Satu-satu kita bereskan. Mohon kesabarannya. Lagi menunggu semoga segera diumumkan solusi final utang KCIC," ujarnya.

Lebih lanjut, Dony mengakui proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung telah memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan para pemegang saham yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Konsorsium tersebut beranggotakan sejumlah BUMN, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yang memiliki kepemilikan saham di KCIC.

Menurut Dony, beban utang proyek tersebut pada akhirnya turut memengaruhi kinerja keuangan perusahaan-perusahaan anggota konsorsium.

"Kalau ditanya sama saya dulu kenapa begitu, ya tentu teman-teman silahkan cari tahu. Tetapi saya hanya membetulkan bahwa memang terbebani," kata Dony.

Ia secara khusus menyoroti kondisi WIKA yang masih menanggung dampak finansial dari investasi pada proyek kereta cepat tersebut.

"WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC. Ada tagihan dia yang juga belum di-settle. Ya tentu orang-orang juga tahu. Ini menjadi beban buat mereka," tambahnya.

Pernyataan Dony menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk memperbaiki struktur keuangan proyek strategis nasional tersebut sekaligus mengurangi tekanan terhadap BUMN yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian KCJB Whoosh.

Skema final penyelesaian utang diharapkan dapat memberikan kepastian bagi KCIC maupun para pemegang sahamnya serta mendukung keberlanjutan operasional kereta cepat pertama di Indonesia itu.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0