Hilirisasi Berbasis Koperasi Dinilai Perkuat Ekonomi Kerakyatan dari Desa
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai hilirisasi berbasis koperasi dapat menjadi salah satu cara memperkuat ekonomi kerakyatan yang dimulai dari tingkat desa. Model tersebut dinilai mampu membuat manfaat ekonomi lebih banyak dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dudung menyampaikan hal itu saat meresmikan Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8/2026).
"Selama ini kita banyak tahu bahwa perkebunan sawit dikuasai oleh korporasi. Sekarang sudah mulai tumbuh, ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa pertumbuhan perekonomian, perputaran perekonomian itu harus dari daerah dulu, dari desa terutama," kata Dudung dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Dudung, penguatan koperasi menjadi salah satu program yang dikawal KSP dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai perkembangan KUD Sejahtera menunjukkan adanya transformasi dalam pengelolaan koperasi. Koperasi yang sebelumnya lebih banyak menjalankan kegiatan simpan pinjam dan perdagangan dalam skala terbatas, kini mampu melakukan ekspansi ke sektor hilir dengan membangun pabrik kelapa sawit sendiri.
"Ini sekarang sudah expand keluar, artinya mereka bisa mengembangkan, bahkan mereka sudah membangun pabrik kelapa sawit," ujarnya.
Dudung mengatakan model hilirisasi berbasis koperasi tersebut tidak hanya akan diterapkan pada komoditas kelapa sawit. Pemerintah juga berencana mengembangkan pola serupa pada komoditas lain, salah satunya kopi di kawasan Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan.
"Ini ke depan, kata Pak Menteri, akan dikembangkan lagi, bahkan di Sumatera Selatan nanti akan ada hilirisasi kopi di Pagar Alam. Artinya, ke depan sasarannya adalah bagaimana kesejahteraan rakyat ini akan semakin meningkat," kata Dudung.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan keberadaan pabrik CPO milik KUD Sejahtera menjadi momentum penting bagi pengembangan koperasi sawit di Indonesia.
Menurut Ferry, koperasi sawit kini mulai bergerak melampaui aktivitas pengelolaan perkebunan dan masuk ke sektor pengolahan. Dengan memiliki fasilitas pengolahan sendiri, koperasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan anggotanya.
"Koperasi, khususnya koperasi sawit, tidak lagi hanya sekadar jadi pengelola perkebunan, tapi masuk untuk membangun pabrik-pabrik sawit CPO, dan ini akan direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia," ujar Ferry.
Pengembangan hilirisasi melalui koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani dan anggota koperasi dalam rantai nilai komoditas. Selain meningkatkan nilai tambah produk di daerah, model tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi dari desa dan memperluas manfaat pembangunan kepada masyarakat.
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0